Trump: Armada cantik sedang beralayar menuju Iran, saya berharap Teheran segera membuat kesepakatan
US Navy AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tambahan armada cantik (beautiful armada) yang sedang berlayar menuju Iran. Ia berharap Teheran akan segera membuat kesepakatan.
Hal itu dikatakan Trump dalam pidatonya di acara diskusi kebijakan ekonomi di Horizon Events Center di Clive, negara bagian Iowa, pada Selasa, 27 Januari 2026. Acara dihadiri oleh tokoh Republikan Iowa dan Senator AS.
Trump mengingatkan, pada Juni 2025 AS telah menggelar operasi militer di Iran yang telah ditunggu publik selama lebih dari dua dekade.
“Pada bulan Juni (2025), kita menghancurkan kapasitas nuklir Iran dalam Operasi Midnight Hammer. Orang-orang telah menunggu selama 22 tahun untuk melakukan itu… Mereka (Iran) hanya sekitar satu bulan lagi untuk memiliki senjata nuklir. Kami harus melakukannya,” tandas Trump dikutip The Jerusalem Post.
“Ada armada indah lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” tambah Trump. “Saya berharap Iran akan membuat kesepakatan dan seharusnya sudah membuat kesepakatan sejak awal.”
Sebelumnya pada hari Jumat, Trump mengatakan kepada wartawan yang ikut dalam penerbangan di pesawat Air Force One bahwa AS mengawasi Iran dengan cermat dan memiliki armada besar yang menuju ke arah itu.
Trump menyebut “armada besar” dan kemudian menyebutnya sebagai “armada cantik/armada indah”, yang merupakan gaya khas ucapan Trump.
Pada hari Selasa, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis pernyataan yang mengumumkan bahwa mereka sedang bersiap untuk melakukan latihan kesiapan multihari untuk meningkatkan kemampuan penyebaran aset dan personel, memperkuat kemitraan regional, dan mempersiapkan pelaksanaan respons yang fleksibel di seluruh CENTCOM.
Pengumuman CENTCOM tersebut menyusul pertemuan hari Minggu antara Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper dan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Pada hari Senin, sebuah sumber AS mengonfirmasi bahwa kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) telah tiba di perairan CENTCOM di Samudra Hindia.
Kapal induk yang membawa puluhan jet tempur tersebut diiringi dengan kelompok kapal perang AS lainnya, termasuk kapal perusak dan kapal selam.
Siaga Tempur
The New York Times dan media internasional lainnya melaporkan bahwa armada USS Abraham Lincoln berada dalam status siap tempur dan bisa melancarkan operasi kinetik dalam hitungan 1-2 hari jika diperintahkan.
Kapal induk ini adalah salah satu aset tempur paling mematikan dan simbol kekuatan global AS.
Sebagai kapal induk tenaga nuklir, CVN-72 adalah pangkalan militer terapung yang bisa beroperasi di mana saja di dunia tanpa perlu mengisi bahan bakar selama puluhan tahun.
Kapal induk yang ditenagai dua reaktor nuklir A4W ini dapat beroperasi selama 20-25 tahun tanpa henti.
USS Abraham Lincoln dapat menampung 65 hingga 80 pesawat, termasuk jet tempur siluman generasi kelima F-35C Lightning II, F/A-18E/F Super Hornet, dan pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye.
USS Abraham Lincoln tidak berlayar sendirian, kapal ini diiringi sejumlah kapal perusak yang membawa ratusan rudal Tomahawk untuk serangan darat. Kapal induk juga disertai kapal selam bertenaga nuklir di bawah permukaan air. (RNS)

Nanti kalou sudah didatengin om Abu Mahdi & tante Noor dari iran, akan menjadi armada nyungsep, angus berantakan😁🚀🚀🚀🚀🚀🚀🔥🔥🔥🔥