Enam F-35A Australia Uji Ketangguhan dengan F-15SG dan F-16C/D RSAF di Negeri Singa
RAAFAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Australia (RAAF) mengerahkan enam jet tempur siluman F-35A Lightning II untuk berlatih bersama Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) dan negara mitra lainnya dalam Latihan Bersama “Lima 2026”. Latihan militer tahunan ini berlangsung di Singapura mulai 5 hingga 23 Oktober 2026.
Latihan tersebut diselenggarakan di bawah kerangka kerja sama pertahanan Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang melibatkan lima negara, yaitu Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Britania Raya. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan Singapura, edisi tahun ini melibatkan sekitar 1.900 personel, 42 pesawat, 7 kapal permukaan, dan 1 kapal selam.
Formasi Campuran dan Kerja Sama Taktis
Skuadron No. 3 (3SQN) RAAF mengoperasikan jet F-35A mereka dari Pangkalan Udara Paya Lebar di bagian timur Singapura. Program terbang mencakup misi pertahanan dan penyerangan udara (counter-air) serta pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling/AAR) di atas perairan menggunakan pesawat tanker A330 MRTT milik RSAF.
Para pilot Australia terbang dalam formasi campuran bersama jet tempur RSAF jenis F-15SG dan F-16C/D. “Sangat jelas bagi saya bahwa kita selaras dalam cara kerja kita, dan latihan seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan interoperabilitas tersebut,” ujar Flight Lieutenant Max, seorang pilot 3SQN.
Setiap misi didahului dengan perencanaan dan gladi bersih sehari sebelumnya, dilanjutkan dengan briefing multinasional serta koordinasi teknis bersama tim pemeliharaan.
Peran Penting Awak Darat di Balik Layar
Keberhasilan setiap sorti (penerbangan penugasan) tidak lepas dari kerja keras para teknisi dan awak darat. Leading Aircraftwoman Lillian Aboody Fischer, teknisi pesawat dari 3SQN, mengungkapkan bahwa timnya bertugas mempersiapkan jet sebelum terbang dan melakukan pemeriksaan menyeluruh setelah mendarat.
Bagi Fischer, Latihan Bersama Lima ini menjadi penugasan internasional pertamanya. Ia mengaku bangga bisa bekerja berdampingan langsung dengan personel RSAF di tengah tantangan cuaca panas khatulistiwa Singapura.
Eksistensi FPDA
Keterlibatan jet tempur generasi kelima F-35A RAAF di Singapura pada Latihan Bersama Lima 2026 bukanlah penggelaran perdana armada siluman tersebut di Negeri Singa. Rekam jejak partisipasi F-35A Australia di Singapura sebenarnya telah diawali melalui ajang Singapore Airshow, di mana jet tempur buatan Lockheed Martin ini kerap tampil memukau publik lewat atraksi flying display maupun sebagai pemajangan statis (static display).
Setelah perkenalan awal dalam pameran kedirgantaraan tersebut, RAAF mulai mengintegrasikan jet stealth ini ke dalam skenario latihan tempur berskala besar kawasan. Momen bersejarah keterlibatan F-35A dalam serial Latihan Bersama Lima pertama kali mencatatkan sejarah pada Oktober 2024, ketika Skuadron No. 77 (77SQN) RAAF sukses menerjunkan dan mengoperasikan pesawat modern tersebut untuk beroperasi secara penuh dari pangkalan udara di Singapura.
Tentang FPDA, pertama kali didirikan pada tahun 1971 sebagai perjanjian pertahanan konsultatif antarlima negara. Dengan usia yang telah melampaui 50 tahun, latihan seperti Bersama Lima terus menjadi wadah strategis bagi negara-negara anggota untuk merencanakan, melatih, dan mengoperasikan kekuatan militer secara terpadu demi menjaga stabilitas kawasan. (RNS)
