Guyur Rp760 Miliar, India Modernisasi 80 Tank T-72 dan T-90 Buatan Rusia Setiap Tahun

T-90MSKamal Kishore/Reuters
Tank tempur utama T-90MS India.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan India berencana melakukan modernisasi secara berkala terhadap tank tempur utama (MBT) milik Angkatan Darat India. Mulai April 2028, sebanyak 80 unit tank T-72 dan T-90 rancangan Uni Soviet dan Rusia akan dimodernisasi setiap tahunnya. Langkah ini diambil guna menjaga kesiapan tempur armada darat negara tersebut di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.

Pemerintah India telah mengalokasikan anggaran sebesar 4,6 miliar rupee (sekitar 48,3 juta USD atau Rp760 miliar) untuk mendanai program modernisasi skala besar pada kendaraan tempur lapis baja tersebut.

Seluruh proses pengerjaan akan dipusatkan di fasilitas industri pertahanan yang berlokasi di Jabalpur, negara bagian Madhya Pradesh. Pengerjaan ini nantinya akan mengandalkan dokumentasi teknis serta keahlian langsung dari para spesialis asal Rusia.

Pengadaan Seribu Mesin untuk T-72

Langkah modernisasi ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan bernilai 248 juta USD yang ditandatangani India bersama eksportir senjata pemerintah Rusia, Rosoboronexport, pada Maret 2025 lalu.

Kontrak tersebut mencakup pengadaan 1.000 unit mesin berdaya 1.000 HP yang dikhususkan untuk tank T-72. Selain pembelian mesin, kesepakatan tersebut juga mencakup transfer teknologi kepada produsen dalam negeri India, Armored Vehicles Nigam Limited (AVNL), untuk integrasi dan produksi lisensi lokal guna mendukung inisiatif program “Made in India”.

Kedua platform tempur ini memang menjadi tulang punggung utama kekuatan kavaleri Angkatan Darat India, dengan total populasi mencapai sekitar 4.000 unit yang sebagian besar dirakit secara lokal di bawah lisensi Rusia.

Secara teknis, T-72 dikenal luas sebagai salah satu tank tempur paling tangguh dan berdaya tahan tinggi. Berbobot sekitar 41,5 hingga 43 ton, tank ini digerakkan oleh tiga orang kru berkat penggunaan sistem pengisi peluru otomatis (autoloader).

Keberadaan autoloader memangkas kebutuhan personil sekaligus menciptakan profil kubah yang sangat rendah, sehingga membuat siluet T-72 sulit dideteksi dan ditargetkan musuh di medan terbuka.

Ditenagai mesin V-46-6 bertenaga awal 780 HP, yang kini ditingkatkan menjadi 1.000 HP, serta disokong suspensi torsion bar, T-72 mampu menembus kecepatan 60 km/jam di jalan raya dan terbukti sangat tangguh beroperasi di medan ekstrem, mulai dari gurun pasir yang terik hingga wilayah pegunungan tinggi beriklim sub-nol.

Persenjataan utamanya berupa meriam smoothbore 125 mm 2A46 yang dipadukan dengan proteksi baja komposit dan Explosive Reactive Armor (ERA) Kontakt-1 atau Kontakt-5, memberikan fleksibilitas tinggi baik dalam skenario bertahan maupun menyerang.

Perlindungan Superior

Sementara itu, varian T-90 Bhishma hadir sebagai bentuk pengembangan generasi lanjutan yang memadukan keandalan sasis T-72 dengan teknologi pertempuran modern. Tank berbobot 46,5 hingga 48 ton ini mengusung mesin turbo-diesel V-92S2 bertenaga hingga 1.130 HP yang memberikannya kelincahan lebih di medan off-road.

Meriam smoothbore 125 mm 2A46M-5 miliknya tidak hanya mampu melontarkan amunisi penetrator kinetik APFSDS, tetapi juga dapat menembakkan rudal kendali anti-tank 9M119M Refleks (Invar) dengan jangkauan presisi hingga 5 km.

Dari segi kelangsungan hidup (survivability), T-90 menawarkan perlindungan superior dengan mengombinasikan baja komposit generasi baru, perisai reaktif ERA Kontakt-5 atau Relikt, serta sistem pertahanan aktif yang mampu mendisrupsi penanda sasaran laser milik musuh.

Langkah India mendongkrak performa mesin T-72 serta menyematkan sistem penginderaan malam (thermal imaging) dan kendali tembak modern pada kedua platform ini memastikan bahwa ketangguhan mekanis T-72 dan T-90 akan tetap relevan serta mematikan dalam menghadapi ancaman peperangan era modern. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *