Dibantu Tiongkok, Arab Saudi Bangun Pabrik Rudal Balistik DF-15A di Dekat Riyadh

Rudal balistik DF-15B.China.mil
Rudal balistik DF-15B.

AIRSPACE REVIEW – Arab Saudi dilaporkan sedang membangun fasilitas manufaktur rudal balistik baru yang terletak sekitar 200 km dari ibu kota Riyadh. Menurut laporan Defense News, pabrik ini diperkirakan dapat mulai memproduksi rudal balistik sendiri pada akhir tahun 2026.

Proyek pembangunan fasilitas ini telah dimulai sejak April 2025. Desain arsitektur dan karakter konstruksi bangunan mengindikasikan keterlibatan teknologi serta bantuan dari Tiongkok. Meskipun demikian, baik pihak Arab Saudi maupun Tiongkok memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar resmi terkait kerja sama tersebut.

Disebutkan bahwa proyek pembangunan fasilitas ini telah dimulai sejak April 2025. Desain arsitektur dan karakter konstruksi bangunan mengindikasikan keterlibatan teknologi serta bantuan dari Tiongkok. Rudal yang kemungkinan akan diproduksi di fasilitas ini adalah DF-15A.

Meskipun demikian, baik pihak Arab Saudi maupun Tiongkok memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar resmi terkait kerja sama tersebut.

Sekilas Rudal Balistik DF-15A

DF-15A merupakan varian modernisasi dari rudal balistik jarak pendek (short-range ballistic missile/SRBM) buatan Tiongkok yang dirancang untuk meningkatkan akurasi serta jangkauan tembak.

Berbeda dari versi standarnya, DF-15A dibekali sistem pemandu canggih berbasis GPS/INS serta sirip kendali tambahan pada hulu ledaknya, sehingga mampu melakukan koreksi jalur penerbangan di udara dan menghantam target dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Dengan jangkauan operasional yang mencapai hingga 900 km, rudal bermesin bahan bakar padat ini menawarkan keunggulan berupa waktu persiapan peluncuran yang sangat cepat dan fleksibilitas mobilitas menggunakan kendaraan Transporter Erector Launcher (TEL).

Kemampuannya membawa berbagai jenis hulu ledak konvensional berbobot besar menjadikannya senjata strategis penangkal yang efektif untuk menghancurkan pangkalan militer, infrastruktur vital, maupun posisi musuh yang terbentang di kawasan regional.

Sebagai informasi tambahan, DF-15A dirancang dominan untuk membawa hulu ledak konvensional tunggal berdaya ledak tinggi (high-explosive), hulu ledak bom gugur (cluster munition), atau hulu ledak nuklir taktis.

Sementara DF-15B selain membawa hulu ledak konvensional dan cluster, varian B juga dirancang spesifik untuk membawa hulu ledak penetrator tanah (bunker buster) untuk menghancurkan bunker bawah tanah, struktur beton tebal, serta hulu ledak anti-landasan pacu.

Fasilitas Rahasia

Para analis militer Amerika Serikat menduga kuat pabrik baru tersebut disiapkan khusus untuk memproduksi rudal DF-15A secara mandiri. Dugaan ini menguat setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan di Yaman pada September 2026, yang menandai penggunaan perdana tipe rudal tersebut oleh Arab Saudi dalam operasi militer melawan kelompok Houthi.

Sebelumnya, Arab Saudi telah diketahui memiliki pangkalan rahasia bawah tanah untuk rudal balistik jarak menengah tipe DF-3 dan DF-21 yang diperoleh dari Tiongkok secara tertutup.

Langkah Riyadh memproduksi rudal secara mandiri dengan bantuan Beijing menandai babak baru dalam perlombaan teknologi rudal di kawasan Timur Tengah. Keterlibatan Tiongkok juga dinilai membatasi ruang pengaruh Amerika Serikat dalam mengintervensi atau menghentikan program pertahanan tersebut.

Situasi ini mencerminkan kekhawatiran serupa yang dihadapi AS pada Januari 2025 lalu, ketika Washington menjatuhkan sanksi kepada Pakistan atas dugaan kerja sama pengembangan teknologi rudal jarak jauh bersama Tiongkok. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *