Enam Jet Tempur F-35A Turkiye Masih Dikerangkeng di Amerika Serikat

Enam F-35A Turkiye masih ditahan di Amerika SerikatVia SavunmaSanayiST
Enam F-35A Turkiye masih ditahan di Amerika Serikat.

AIRSPACE REVIEW – Sebanyak enam unit jet tempur siluman F-35A Lightning II yang semula diproduksi atas pesanan Turkiye dilaporkan masih tertahan (dikerangkeng) di dalam fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat.

Meskipun hubungan diplomasi antara Washington dan Ankara belakangan ini menunjukkan sinyal perbaikan, proses penyerahan pesawat generasi kelima tersebut masih membentur tembok tebal hambatan hukum serta regulasi keamanan militer Negeri Paman Sam.

Pesawat-pesawat tersebut sejatinya telah selesai dibangun dan bahkan diberi nomor identifikasi militer Angkatan Udara Turkiye, mengingat negara pimpinan Recep Tayyip Erdoğan itu merupakan mitra awal program Joint Strike Fighter sejak tahun 2002 dengan nilai investasi mencapai 1,4 miliar USD.

Namun, dinamika geopolitik berubah drastis pada tahun 2019 ketika Washington mendepak Ankara dari konsorsium F-35.

Langkah tegas itu diambil sebagai respons atas keputusan Turkiye membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, yang dinilai Amerika Serikat berpotensi membocorkan data sensitif jejak radar (stealth signature) F-35 ke pihak Moskow.

Perawatan Berkala

Sejak saat itu, keenam pesawat F-35 tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat dan harus menjalani prosedur perawatan berkala guna mencegah kerusakan teknis akibat penyimpanan jangka panjang.

Isu keterkandangan armada tempur ini sempat menemui titik terang ketika Presiden Donald Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk merundingkan kembali status F-35 saat bertemu Presiden Erdoğan.

Dalam perundingan tersebut, muncul skenario di mana Turkiye dapat mengalihkan atau memindahkan sistem S-400 milik mereka ke negara ketiga demi melunakkan keberatan Washington.

Meski demikian, iktikad politik antarpimpinan negara nyatanya tidak serta-merta menggugurkan batasan hukum yang berlaku di Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS dalam laporannya kepada Kongres menegaskan bahwa Turkiye secara formal belum memenuhi prasyarat hukum untuk masuk kembali ke dalam program F-35.

Bahkan jika otorisasi pengiriman nantinya berhasil diterbitkan, keenam jet tempur tersebut tidak bisa langsung disiagakan di garis depan, melainkan harus melewati serangkaian inspeksi ulang, pembaruan perangkat lunak, serta pelatihan bagi awak penerbang.

Menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan ini, Turkiye mulai mengalihkan fokus pada strategi kemandirian armada udaranya.

Selain terus merawat dan memodernisasi armada jet tempur F-16 yang ada, Ankara kini menggenjot pengembangan KAAN, yaitu program jet tempur siluman buatan dalam negeri yang ditargetkan mampu memangkas ketergantungan militer Turki pada pasokan alutsista asing di masa depan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *