Usai Misi 321 Hari, Dinding USS Abraham Lincoln Dipenuhi Kill Marks: Drone Hingga Kapal Perang
PentagonAIRSPACE REVIEW – Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72), resmi kembali ke pangkalan utamanya di San Diego setelah menyelesaikan masa penugasan selama 321 hari.
Penugasan panjang tersebut menempatkan USS Abraham Lincoln sebagai kapal induk dengan masa pergelaran terpanjang kedua dalam era modern, tepat di bawah rekor USS Gerald R. Ford (CVN-78) yang mencatat masa tugas 326 hari.
Kedatangan kapal induk bertenaga nuklir tersebut disambut langsung oleh Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth.
Saat berdiri di atas geladak USS Abraham Lincoln, Hegseth mengamati jajaran tanda kemenangan (kill marks) yang dicetak pada dinding struktur atas (superstructure) kapal.
Tanda-tanda visual tersebut menggambarkan skala keterlibatan Carrier Strike Group (CSG) ini dalam serangkaian pertempuran menghadapi kekuatan militer Iran selama enam bulan terakhir.
147 Tanda Kemenangan
Berdasarkan dokumentasi foto dan video resmi dari Pentagon, terhitung sedikitnya 103 tanda kemenangan drone serang satu arah (one-way attack/OWA drone) serta 34 tanda kemenangan kapal permukaan.
Siluet drone yang tercetak mewakili berbagai jenis pesawat nirawak serang Iran yang berhasil dijatuhkan, sementara siluet kapal jenis frigat atau korvet berfungsi sebagai simbol umum untuk seluruh kapal permukaan musuh yang dilumpuhkan oleh gugus tugas tersebut.
Dalam pidato penyambutan di atas kapal, Hegseth membacakan kutipan dari Presidential Unit Citation yang dianugerahkan kepada Lincoln CSG atas kontribusinya dalam Operasi Epic Fury.
Penghargaan tersebut mencatat bahwa sepanjang operasi dari 28 Februari hingga kepulangannya pada 22 Agustus, gugus tugas ini berhasil menembak jatuh 77 drone serang nirawak dan membenamkan 64 kapal Iran.
Selama periode pertempuran, Lincoln CSG mencatatkan 3,693 sorti tempur, mendistribusikan 1.37 juta pon munisi, serta meluncurkan 450 rudal jelajah Tomahawk Land Attack Missile (TLAM).
Selain itu, gugus tugas ini menghancurkan 21 rudal jelajah antikapal dan melumpuhkan empat kapal cepat serang serta perahu layar kayu yang dikonfigurasi membawa bahan peledak.
Keberhasilan Penugasan
Menurut The War Zone (TWZ), Perbedaan angka antara tanda kemenangan di dinding struktur kapal induk dengan data resmi Presidential Unit Citation diduga berkaitan dengan kontribusi gabungan dari kapal-kapal pengawal gugus tugas.
Kapal perusak rudal kendali kelas Arleigh Burke, seperti USS Frank E. Petersen Jr., USS Spruance, dan USS Michael Murphy, turut berperan aktif dalam sistem pertahanan udara terpadu serta peluncuran rudal Tomahawk.
Tanda keberhasilan penugasan juga terlihat pada jet-jet tempur yang diangkut oleh USS Abraham Lincoln. Foto-foto unit udara memperlihatkan pola pelumpuhan target pada badan pesawat tempur F/A-18F Super Hornet dari Skuadron VFA-41 “Black Aces” dan F-35C Lightning II dari Skuadron VMFA-314.
Stensil tersebut mencakup simbol kehancuran kapal selam kelas Kilo buatan Rusia milik Iran, kapal tanker, sistem artileri, hingga peluncur rudal berbasis darat.
Penyerangan terhadap target kapal selam sebelumnya dikonfirmasi melibatkan rudal pemandu laser AGM-114 Hellfire dan rudal balistik jarak pendek ATACMS.
Meskipun mencatatkan hasil operasional yang signifikan, masa penugasan maraton selama hampir 11 bulan ini sempat mendapat sorotan publik terkait kondisi para prajurit di atas kapal.
Laporan mengenai kendala rantai pasokan bahan makanan segar dan tekanan mental prajurit sempat memicu perhatian luas, sebelum akhirnya direspons oleh pejabat pertahanan dengan penyesuaian layanan logistik dan pendampingan medis bagi personel. (RW)
