Incar Pasar Portugal, Airbus Tawarkan Eurofighter Typhoon Bersaing dengan F-35

eurofighter typhoonWikipedia
Jet tempur Eurofighter Typhoon.

AIRSPACE REVIEW – Raksasa penerbangan Eropa, Airbus, bersiap mengajukan proposal resmi kepada Pemerintah Portugal pada musim gugur ini untuk menawarkan jet tempur Eurofighter Typhoon.

Langkah proaktif ini diambil guna menggantikan armada jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Portugal (Portuguese Air Force/PAF) yang mulai menua, sekaligus memosisikan pesawat bermesin ganda tersebut sebagai pesaing utama bagi F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Meski Lisbon belum meluncurkan tender pengadaan resmi untuk menggantikan 28 unit F-16M PAF, Airbus memilih mengambil langkah maju.

Seperti diketahui, Airbus memproduksi jet Typhoon melalui konsorsium Eropa bersama BAE Systems dari Inggris dan Leonardo dari Italia.

Penawaran proaktif (unsolicited proposal) ini mempertegas ketatnya persaingan industri pertahanan di Benua Biru, yang memaksa Portugal untuk menentukan arah strategisnya apakah memperkuat kemitraan pertahanan internal Eropa atau memperdalam hubungan militer dengan Amerika Serikat.

Keunggulan Operasional di Ruang Udara Atlantik

Pengoperasian Typhoon dinilai mampu memberikan kemampuan operasi tempur multiperan, kelincahan, serta kapabilitas intersepsi cepat yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan ruang udara Eropa dan koridor strategis Atlantik Utara.

Seorang perwakilan Airbus menegaskan bahwa jet tempur buatan Eropa ini menawarkan platform strategis yang jauh lebih sesuai dengan kebutuhan operasional Lisbon.

“Mengajukan jet tempur buatan Eropa menyajikan platform strategis yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional Lisbon,” ungkap perwakilan Airbus dikutip media.

Para pemimpin industri menekankan bahwa memilih alutsista buatan Eropa secara langsung memperkuat kolaborasi industri regional, sekaligus menjaga fleksibilitas taktis bagi kekuatan pertahanan nasional.

Otonomi Strategis vs Anggaran

Langkah Airbus ini menempatkan konsorsium Eropa dalam persaingan langsung dengan kontraktor pertahanan Amerika Serikat dalam program peremajaan armada negara-negara anggota NATO.

Para pejabat pertahanan Portugal kini diperhadapkan pada pilihan kompleks yang menyeimbangkan antara otonomi strategis Eropa, pertimbangan anggaran negara, serta integrasi militer lintas benua.

Jika Lisbon menerima penawaran Airbus, transisi dari F-16 ke Typhoon tidak hanya akan mendefinisikan ulang postur pertahanan Portugal hingga beberapa dekade mendatang, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat terkait arah integrasi pertahanan Eropa dan kedaulatan ruang udara di kawasan Atlantik Utara. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *