Roscosmos Tambah 60 Satelit di 2026, Konstelasi Antariksa Rusia Tembus Hampir 400 Wahana
Gov.kzAIRSPACE REVIEW – Hingga paruh ketiga 2026, konstelasi satelit Rusia telah berkembang menjadi hampir 400 wahana antariksa, sebanyak 60 satelit diantaranya diluncurkan pada 2026 ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov kepada Perdana Menteri Mikhail Mishustin dalam sebuah pertemuan pekan ini di Moskow.
Bakanov menambahkan, dua satelit pengamatan Bumi optik-elektronik buatan swasta akan diluncurkan dari Kosmodrom Vostochny pada Oktober 2026.
Satelit tersebut nantinya dapat memotret permukaan Bumi kapan saja sepanjang hari. Namun Pemerintah Rusia tidak menyebutkan nama perusahaan yang membangun satelit tersebut atau mengungkapkan spesifikasinya.
Konstelasi satelit adalah sekelompok satelit yang bekerja sama sebagai satu sistem terpadu.Tidak seperti satelit tunggal, sistem ini menggunakan banyak satelit di orbit untuk saling terhubung.
Tujuannya memberikan layanan yang stabil dan cakupan luas ke seluruh permukaan Bumi. Satelit-satelit ini diatur dari satu pusat kendali di Bumi.
Konstelasi ini mencakup satelit telekomunikasi, navigasi, penginderaan jauh (Earth remote sensing), serta radar resolusi tinggi seperti satelit Elektro-L dan Obzor. Mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan militer dan sipil
Luncurkan Roket Antariksa Terkuat
Roscosmos secara terpisah mencantumkan beberapa pencapaian penting pada kuartal ketiga tahun 2026.
Badan tersebut telah meluncurkan satelit hidrometeorologi yang mengirimkan data tentang tutupan awan dan kondisi atmosfer.
Mereka juga sedang mengerjakan konfigurasi generasi berikutnya untuk sistem navigasi satelit GLONASS, jawaban Rusia terhadap GPS, yang akan meningkatkan akurasi navigasi dari 8 m menjadi 2,8 m pada tahun 2027.
Keberhasilan lainnya termasuk peluncuran pertama roket Soyuz-5, sebuah peluncur antariksa kelas menengah yang dibekali mesin roket berbahan bakar cair terkuat di dunia, RD-171MV.
Mesin tersebut dibangun oleh NPO Energomash, menghasilkan daya dorong sekitar 740 ton di permukaan laut dan dapat mengangkat hingga 18,5 ton ke orbit Bumi rendah.
Soyuz-5 meluncur dari Kosmodrom Baikonur pada 30 April 2026 sebagai bagian dari program gabungan Rusia-Kazakhstan yang disebut Baiterek, menandai penerbangan pertama dalam serangkaian uji peluncuran untuk generasi roket baru.
Sebagai tambahan informasi, Roscosmos (secara resmi dikenal sebagai State Space Corporation for Space Activities) adalah badan usaha milik negara Rusia yang bertanggung jawab atas penerbangan antariksa, program luar angkasa, dan riset aeronautika umum.
Didirikan pada 25 Februari 1992 setelah runtuhnya Uni Soviet, organisasi ini mengalami restrukturisasi besar-besaran pada tahun 2015 ketika dilebur menjadi sebuah perusahaan negara. (RBS)
