AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan Swedia, Saab, menargetkan produksi hingga 36 jet tempur Gripen E/F per tahun dan mengandalkan pabrik-pabrik di luar Swedia untuk memenuhi permintaan global.
Saab telah mengintensifkan rencana ekspansi industrinya ini guna memenuhi permintaan internasional jika pesanan baru yang sedang dinegosiasikan terwujud.
Angka tersebut merupakan penjumlahan dari volume kontrak tetap saat ini dengan tender yang sedang berlangsung.
Untuk mempertahankan laju peningkatan ini, Saab tidak bermaksud memusatkan seluruh produksi di pabrik utamanya di Swedia. Namun akan melibatkan perluasan jalur perakitan dan tahapan industri di negara lain termasuk skema transfer teknologi dengan industri lokal.
Model kerja sama ini sudah diterapkan di Brasil, yang secara internal dianggap sebagai studi kasus acuan untuk kampanye internasional di masa mendatang.
Unit Brasil, yang dioperasikan oleh Embraer bekerja sama dengan Saab, berada di jalur yang tepat untuk mengirimkan Gripen pertama yang dirakit di negara tersebut kepada Angkatan Udara Brasil pada kuartal pertama tahun ini.
Selain perakitan akhir, kompleks industri Brasil dirancang untuk menangani tahapan manufaktur yang signifikan dan menjadi pusat pemeliharaan, perbaikan, dan modernisasi, tidak hanya untuk armada nasional tetapi juga untuk calon operator Gripen di Amerika Latin.
Analis industri menyoroti bahwa kemampuan regional ini meningkatkan daya tarik jet tempur Swedia dalam persaingan di masa depan di benua tersebut.
Portofolio pesanan terbaru juga memperkuat kepercayaan diri Saab. Pesanan yang telah dikonfirmasi dari Swedia, di samping kontrak dan keputusan politik yang menguntungkan di negara-negara seperti Thailand dan Kolombia.
Di antara pasar yang dipantau Saab adalah Portugal, Filipina, dan negara-negara lain yang berupaya mengganti armada lama mereka dengan jet tempur modern, tetapi dengan biaya operasional yang lebih rendah daripada pesawat generasi kelima.
Langkah strategis lainnya adalah melibatkan Ukraina. Seperti diberitakan sebelumnya, otoritas Ukraina dan perwakilan Swedia sedang membahas rencana untuk melokalisasi sebagian produksi Gripen mulai tahun 2033.
Proyek yang masih dalam tahap konseptual ini dapat mencakup segala hal mulai dari pembuatan komponen dan sub-rakitan hingga perakitan skala besar. (RNS)

