Safran Landing Systems Perluas Fasilitas MRO di Singapura, Tangani Pesawat ATR hingga A380
Safran GroupAIRSPACE REVIEW – Safran Landing Systems resmi mengoperasikan perluasan pusat fasilitas Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) di Singapura setelah merampungkan proyek modernisasi senilai 22 juta USD (sekitar Rp350 miliar).
Investasi ini dialokasikan untuk memperkuat kapabilitas teknis pendaratan pesawat serta meningkatkan kapasitas layanan di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Peresmian fasilitas baru seluas 7.500 meter persegi tersebut dipimpin langsung oleh Executive Vice President MRO Safran Landing Systems, Olivier Thomas, bersama Duta Besar Prancis untuk Singapura, Stephen Marchisio, pada 22 September 2026.
Area perluasan ini dilengkapi lini perakitan modern untuk pemeliharaan menyeluruh sistem roda pendaratan (landing gear).
Fasilitas Terpadu di Kawasan
Pusat MRO Singapura ini merupakan fasilitas kunci Safran di kawasan regional yang menyediakan layanan terpadu, mulai dari proses pembongkaran, inspeksi, permesinan, penanganan permukaan (surface treatment), perakitan, hingga sertifikasi akhir.
Fasilitas ini mampu menangani berbagai tipe pesawat komersial dan regional, mulai dari pesawat kargo regional ATR, keluarga Boeing 737 dan 787, hingga keluarga Airbus A320, A330, A350, A380.
Pengembangan yang didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB) ini juga akan mendorong penyerapan tenaga kerja.
Dari 360 personel yang ada saat ini, Safran menargetkan penambahan 100 karyawan baru hingga tahun 2030.
Executive Vice President EDB, Cindy Koh, menyatakan ekspansi ini menghadirkan teknologi perbaikan tingkat lanjut sekaligus memperkuat ekosistem MRO di Singapura.
Sementara itu, CEO Safran Landing Systems, François Bastin, menegaskan bahwa peresmian ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap potensi pertumbuhan industri penerbangan di kawasan Asia-Pasifik.
“Peresmian ini menandai tonggak sejarah yang membanggakan bagi perusahaan kami. Investasi ini menjadi sinyal kuat atas kepercayaan Safran Landing Systems terhadap potensi kawasan ini, sekaligus memperkuat tekad kami untuk terus mendukung pelanggan maskapai penerbangan, baik saat ini maupun di masa depan, dengan standar keunggulan dan keberlanjutan yang makin tinggi,” ujarnya.
Singapura menjadi salah satu dari tujuh fasilitas industri MRO global yang dioperasikan Safran Landing Systems untuk melayani armada pesawat komersial maupun militer di seluruh dunia. (RNS)
