Pelatihan Pilot Jet Tempur Rafale Ukraina Dimulai Tahun Ini
Roslan Rahman/AFPAIRSPACE REVIEW – Prancis dilaporkan segera memulai tahap pelatihan awal bagi para pilot Ukraina untuk menerbangkan jet tempur Rafale.
Langkah ini dilakukan menjelang dimulainya program pelatihan resmi bagi para pilot dan teknisi Ukraina di Prancis pada tahun ini.
Untuk tahap dasar hingga tingkat lanjut, Prancis memanfaatkan pesawat latih khusus Grob G-120TP serta pesawat latih tempur Dornier Alpha Jet.
Melalui armada pesawat latih tersebut, para penerbang Ukraina akan dibekali keahlian teknik penerbangan, navigasi, hingga dasar-dasar pertempuran udara sebelum nantinya beralih mengawaki jet tempur utama.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, sebanyak empat unit pesawat Rafale gelombang pertama dijadwalkan bakal langsung diserahkan kepada Angkatan Udara Ukraina.
16 Jet Rafale untuk Tahap Awal
Secara keseluruhan, Ukraina berencana mengoperasikan 16 unit Rafale pada tahap awal beserta paket persenjataannya, dengan pengiriman pertama diproyeksikan berlangsung pada kurun 2028 hingga 2029.
Rencana akuisisi ini melengkapi peta jalan jangka panjang yang sempat mengemuka pada November 2025 lalu, di mana Ukraina berencana mengorder hingga 100 unit Rafale untuk memperkuat ruang udaranya.
Baca di Sini: Ukraina akan membeli 100 jet tempur Rafale dari Prancis
Selain dukungan armada tempur utama, Prancis juga berkolaborasi dengan Swedia untuk mengintegrasikan bom presisi AASM Hammer berpendorong roket ke jet tempur Saab Gripen milik Ukraina.
Proyek integrasi amunisi canggih ini digarap langsung oleh pabrikan pesawat Saab bersama produsen manufaktur bom Safran. (RW)
