Terbang Perdana di Swiss, Delapan Pesawat Latih PC-7 Mk.X Siap Perkuat Udara Belanda
Stephan WidmerAIRSPACE REVIEW – Pesawat latih PC-7 Mk.X pertama untuk Angkatan Udara dan Antariksa Kerajaan Belanda (Koninklijke Luchtmacht/KLu), telah menyelesaikan penerbangan perdananya di Stans, Swiss, tempat fasilitas Pilatus berada.
Penerbangan pada 7 September 2026 ini terbilang istimewa, karena bukan hanya pesawat pertama Belanda yang mengudara, tetapi juga penerbangan perdana versi PC-7 Mk.X yang baru.
Belanda tercatat sebagai pelanggan pertama untuk PC-7 Mk.X, setelah menandatangani kontrak dengan Pilatus pada Februari 2025 untuk delapan pesawat dan sistem pelatihan berbasis darat terintegrasi, termasuk empat simulator penerbangan.
Gantikan Peran PC-7M
Delapan pesawat baru ini ditujukan untuk Elementaire Militaire Vlieger Opleiding (EMVO) yang bermarkas di Pangkalan Udara Woensdrecht, tempat para calon pilot militer menerima pelatihan terbang dasar mereka.
Kehadiran PC-7 Mk.X akan menggantikan armada 13 pesawat latih PC-7M Turbo Trainer, yang telah digunakan untuk pelatihan pilot militer dasar di Woensdrecht sejak tahun 1988.
Sistem pelatihan baru ini lebih banyak menggunakan simulasi dan instruksi berbasis darat, memungkinkan pengurangan jumlah pesawat sambil tetap mempertahankan kapasitas pelatihan yang dibutuhkan.
Dikirimkan Mulai Mei 2027
Versi baru PC-7 Mk.X ini dikembangkan oleh Pilatus berdasarkan pesawat latih PC-7 Mk.II yang terkenal handal.
Sebagai pesawat latih dasar generasi baru, PC-7 Mk.X dilengkapi dengan avionik dan perangkat lunak pelatihan modern, yang dirancang untuk mempersiapkan siswa untuk pelatihan selanjutnya pada jet tempur termasuk generasi kelima.
Info Lainnya: Belgia mengakuisisi 18 pesawat latih Pilatus PC-7 MKX modern, pesawat akan diterima mulai tahun 2027
Sebagai tenaga penggeraknya, PC-7 Mk.X menggunakan mesin turboprop Pratt & Whitney Canada (PWC) PT6A, yang dapat mencapai kecepatan maksimum 555 km/jam.
Pesawat pertama dijadwalkan akan diserahkan kepada EMVO pada Mei 2027, dengan sisa pesawat, empat simulator, dan peralatan pelatihan terkait diharapkan dikirimkan bulan September 2027. (RBS)
