NASAMS Angkatan Darat Australia Resmi Berstatus Siap Tempur

Uji coba penembakan pertama rudal NASAMS Australia tahun 2023Nicholas Marquis
Uji coba penembakan pertama rudal NASAMS Australia tahun 2023.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Australia secara resmi menyatakan sistem rudal pertahanan udara NASAMS milik Angkatan Darat Australia (Australian Army) berstatus operasional penuh setelah meraih Final Operational Capability (FOC) pada 9 September 2026.

Capaian ini menjadikan Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) kemampuan tempur yang siap digunakan untuk melindungi pasukan serta objek vital dari ancaman rudal jelajah, pesawat tempur, helikopter, dan drone.

Pengumuman FOC ini menandai bergemasnya NASAMS dari tahap pengujian menjadi komponen operasional utama dalam arsitektur pertahanan udara dan rudal terintegrasi Australia.

Integrasi dengan Hawkei

Sistem NASAMS mengombinasikan peluncur seluler, sensor canggih, serta komando-kendali berjejaring yang dikembangkan bersama oleh Kongsberg Defence & Aerospace dari Norwegia dan Raytheon dari Amerika Serikat.

Penetapan status operasional penuh dicapai setelah serangkaian latihan penembakan langsung (live-fire) dan pelatihan operasional ketat oleh Rejimen ke-16 Royal Australian Artillery.

Dalam latihan tersebut, unit dievaluasi dalam hal pergerakan taktis, penggelapan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga relokasi cepat di bawah kondisi medan tempur yang dinamis.

NASAMS secara resmi menggantikan sistem pertahanan udara jarak pendek lama milik Angkatan Darat Australia.

Konfigurasi khusus Australia ini mengintegrasikan Pusat Distribusi Tembakan (Fire Distribution Center) Kongsberg, radar Active Electronically Scanned Array (AESA) buatan dalam negeri dari CEA Technologies, sensor elektro-optik/inframerah, serta beragam konfigurasi peluncur.

Desain arsitektur terdistribusi ini memungkinkan radar, pos komando, dan peluncur rudal ditempatkan secara terpisah sehingga meningkatkan kelangsungan hidup (survivability) sistem dari serangan balik musuh.

Selain itu, Australia mengintegrasikan Peluncur Mobilitas Tinggi (High Mobility Launchers) pada kendaraan taktis lapis baja Hawkei.

Integrasi pada kendaraan Hawkei memberikan mobilitas tinggi bagi unit pertahanan udara untuk berpindah posisi dengan cepat setelah melepaskan tembakan.

AMRAAM dan Sidewinder

Sistem NASAMS Australia memiliki fleksibilitas untuk menembakkan berbagai varian rudal, seperti keluarga AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) dan varian Sidewinder.

Fleksibilitas pilihan amunisi ini memungkinkan komandan di lapangan memilih jenis pencegat yang paling efektif berdasarkan jenis sasaran, kondisi pertempuran, dan ketersediaan logistik.

Proyek pengadaan NASAMS ini pertama kali disetujui pada 2019 di bawah proyek LAND 19 Phase 7B dengan nilai kontrak mencapai 1,5 miliar dolar Australia (sekitar Rp15 triliun)

Uji coba integrasi sistem dan penembakan perdana rudal AIM-120 menggunakan radar CEA lokal sukses dilaksanakan di Woomera pada November 2023, disusul uji coba penembakan rudal Sidewinder dari kendaraan Hawkei pada Mei 2025.

Pengoperasian penuh NASAMS ini melengkapi lapisan pertahanan udara dalam (inner layer) Australia untuk melindungi area markas komando, pangkalan udara, serta pusat logistik dari terobosan ancaman udara.

Langkah ini sangat krusial mengingat Australia juga sedang memperluas kekuatan tembak jarak jauhnya seperti sistem HIMARS dan Precision Strike Missile (PrSM) yang membutuhkan perlindungan udara seluler selama operasi intensitas tinggi. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *