Ukraina Pamerkan Peluncur Rudal Antipesawat Koral untuk Pertama Kalinya di MSPO 2026
Via MilitarnyiAIRSPACE REVIEW – Ukraina untuk pertama kalinya memamerkan peluncur rudal antipesawat Koral pada pameran pertahanan MSPO 2026 di Polandia.
Gambar yang dirilis oleh Ukroboronprom memperlihatkan peluncuran rudal dari kendaraan peluncur mandiri berbasis sasis truk Tatra buatan Ceko.
Rudal ini dirancang untuk mencegat target udara dan balistik sebagai bagian dari sistem pertahanan udara.
Pengembang mencatat, dalam kondisi khusus, Koral juga mampu menyerang target darat maupun permukaan laut yang memiliki kontras radar tinggi.
Rudal ini memiliki bobot 450 kg dengan hulu ledak seberat 36 kg. Sistem pemanduannya menggabungkan navigasi inersia, koreksi radio, dan pemandu radar aktif (active radar homing seeker).
Pengembangan Dimulai Tahun 2016
Secara fisik, rudal Koral memiliki panjang 4,8 m, diameter 230/300 mm, rentang sayap 835 mm, serta rentang kemudi 685 mm.
Proyek riset dan pengembangan sistem ini telah dimulai sejak tahun 2016. Pada awalnya, proyek Koral difokuskan sebagai komponen dari sistem rudal antipesawat berbasis kapal perang.
Nama Koral mulai menjadi perbincangan publik secara luas pada tahun 2021 saat Biro Desain Luch menampilkan maket berskala penuh di pameran Arms and Security 2021.
Saat itu, Koral diposisikan sebagai rudal modular standar yang dirancang untuk platform darat, kapal perang, hingga potensi sebagai rudal udara ke udara.
Pada tahap awal pengembangannya, Koral memiliki spesifikasi jangkuan hingga 30 km, ketinggian 10 km, bobot 300 kg, dan hulu ledak 25 kg.
Desainer menekankan bahwa spesifikasi teknis tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lewat standarisasi komponen yang maksimal.
Kepala Desainer Biro Luch, Oleg Korostelov, pada 2021 sempat menyebutkan tingkat kesiapan sistem ini telah mencapai sekitar 70 persen.
Biro Luch merancang Koral untuk mengisi jangkauan menengah dalam jajaran sistem pertahanan udara Ukraina yang mencakup jarak 10 km, 30–40 km, hingga 100 km. (ON)
