Hanwha Pamerkan Jaringan Pertahanan Udara dan Senjata Laser Murah di Polandia
Hanwha AerospaceAIRSPACE REVIEW – Dua raksasa pertahanan asal Korea Selatan, Hanwha Aerospace dan Hanwha Systems, berpartisipasi dalam pameran pertahanan internasional MSPO 2026 di Kielce, Polandia pada 8-11 September.
Hanwha membawa portofolio alutsista skala besar yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Polandia beserta sekutu NATO di wilayah Eropa Timur dan Baltik.
Mengusung tema kemitraan strategis dan kedaulatan pertahanan, partisipasi tahun ini mempertegas transformasi Hanwha dari sekadar pemasok artileri menjadi penyedia solusi pertahanan udara terpadu dan sistem kecerdasan buatan (AI) antariksa.
Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah peluncuran arsitektur pertahanan udara bertingkat (multi-layered air defense) untuk menangkal berbagai level ancaman, mulai dari drone jarak dekat hingga rudal jelajah.
Hanwha memamerkan maket rudal pencegat jarak jauh L-SAM, sistem pertahanan udara jarak pendek H-SHORAD, pelumpuh drone H-Shield, hingga platform roda ban 40 mm penangkal UAV.
Seluruh platform tersebut diintegrasikan dengan jaringan komando dan kendali (C2) canggih milik Hanwha Systems.
Senjata Laser dan Kendaraan Tak Berawak
Tak kalah mencuri perhatian, Hanwha juga memboyong senjata laser Cheon gwang berdaya 50 kW dan 20 kW yang dipasang pada kendaraan taktis.
Senjata laser ini diklaim mampu melumpuhkan drone mikro hanya dalam hitungan detik dengan biaya operasional sangat murah, yakni sekitar 1,5 USD (sekitar Rp27 ribu) per tembakan.
Di sektor darat dan laut, Hanwha memperkenalkan konsep tim berawak-tanpa awak (Manned-Unmanned Teaming/MUM-T) yang menghubungkan tank artileri K9A1, peluncur roket tanpa awak, dan kendaraan darat tak berawak H-UGV guna meminimalkan risiko prajurit di garis depan.
Sementara untuk armada laut wilayah Baltik, Hanwha meluncurkan kapal permukaan tanpa awak (USV) Striker-S yang diintegrasikan dengan sistem peluncur roket Chunmoo.
Selain itu, Hanwha juga memamerkan helikoter artileri K9A2 terbaru beserta amunisi 155 mm berpresisi tinggi untuk mengincar kontrak eksekusi ketiga (EC3) dari pemerintah Polandia.
Sebagai kejutan penutup, Hanwha Systems dijadwalkan meluncurkan teknologi analisis citra satelit berbasis kecerdasan buatan (Space AI) secara langsung di pameran tersebut.
Teknologi ini mampu mengolah data elektro-optik (EO), inframerah (IR), dan radar SAR dari satelit secara real-time untuk mendeteksi target dan anomali taktis secara otomatis.
Langkah ekspansif ini makin memperkokoh posisi Hanwha sebagai mitra kunci industri pertahanan Polandia dalam membangun kemandirian militer di kawasan Eropa. (RNS)
