Pertama dalam Sejarah, Tanker YY-20 China Sukses Pasok Bahan Bakar ke Rafale Mesir

Pesawat Tanker YY-20 mengisi bahan bakar di udara ke Rafale MesirVia SCMP
Pesawat Tanker YY-20 mengisi bahan bakar di udara ke Rafale Mesir.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah pencapaian bersejarah tercipta di langit Mesir ketika pesawat tanker YY-20 milik Angkatan Udara China (PLAAF) sukses menyalurkan bahan bakar di udara (aerial refueling) kepada pesawat tempur Dassault Rafale milik Angkatan Udara Mesir.

Momen krusial yang terjadi pada 31 Agustus 2026 di tengah gelaran latihan bersama Eagles of Civilization 2026 tersebut resmi menjadi kali pertama dalam sejarah sebuah tanker buatan China terdokumentasi mentransfer bahan bakar secara langsung ke jet tempur rakitan Barat.

Latihan Eagles of Civilization 2026 merupakan latihan udara gabungan kedua antara China dan Mesir yang digelar di beberapa pangkalan udara Mesir.

Taktik Pertempuran Udara

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China, Kolonel Senior Chen Xi, saat mengumumkan latihan ini pada 14 Agustus 2026, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dari pertengahan Agustus hingga awal September 2026.

Latihan ini mencakup berbagai materi pelatihan, seperti taktik pertempuran udara, operasi keunggulan udara, pencarian dan penyelamatkan tempur (combat search and rescue), hingga latihan pengerahan pasukan (force employment drills).

Menurut media afiliasi PLA, China Military Bugle, kontingen China tiba di pangkalan udara Mesir pada 21 Agustus 2026 setelah menempuh penerbangan sejauh lebih dari 6.000 km melintasi dua benua dan empat negara selama hampir sembilan jam.

Armada yang dikerahkan mencakup pesawat tempur J-16, tanker YY-20A, pesawat angkut Y-20, pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) KJ-500, pesawat perang elektronik Y-9LG, serta helikopter Z-20.

Meskipun pihak Bersenjata Mesir tidak merinci kapan sortir pengisian bahan bakar tersebut terjadi, kedua pihak dikabarkan telah menjalankan misi gabungan yang melibatkan latihan serangan terhadap sasaran musuh, perlindungan objek vital, serta simulasi pengisian bahan bakar di udara.

Pertama Kali

Pada edisi 2026 ini, pesawat Rafale Mesir baru pertama kali berpartisipasi dan terlibat dalam latihan tempur udara disimilar (dissimilar air combat training) melawan pesawat tempur J-16 China.

Hal ini berbeda dari edisi perdana Eagles of Civilization pada April–Mei 2025 lalu, di mana PLAAF menerjunkan pesawat tempur J-10C dan YY-20 mengisi bahan bakar pesawat MiG-29M/M2 milik Mesir.

Kemampuan pengisian bahan bakar di udara ini sangat krusial bagi Mesir mengingat Angkatan Udara Mesir tidak memiliki pesawat tanker sendiri untuk mendukung armada tempurnya yang beragam, yang mencakup F-16 buatan AS, Rafale buatan Prancis, dan MiG-29M/M2 buatan Rusia.

Di sisi lain, PLAAF pertama kali memperkenalkan YY-20 (varian tanker dari pesawat angkut Y-20) secara publik pada Juli 2022 guna memperluas kapasitas pengisian bahan bakar udara China melampaui tiga unit tanker Il-78 rancangan Soviet yang dibeli dari Ukraina pada 2011.

Demonstrasi pengisian bahan bakar ini bertepatan dengan kabar bahwa Mesir sedang mempertimbangkan untuk menambah armada Rafale mereka.

Menurut laporan La Tribune pada 1 September 2026, Kairo dikabarkan telah mengirimkan permintaan proposal (RFP) kepada Dassault Aviation untuk pembelian 24 unit pesawat tambahan, yang jika terealisasi akan meningkatkan jumlah armada Rafale Mesir dari 54 menjadi 78 unit. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *