Kazakhstan akan menerima jet tempur siluman pertamanya pada 2028: Su-57E?

Su-57EROE
Jet tempur Su-57E Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Kazakhstanb(Kazakh Air Defense Forces/KADF) disebut akan menerima jet tempur generasi kelima pertamanya dalam dua tahun ke depan pada 2028. Hal ini akan menandai tonggak penting dalam modernisasi armada mereka.

Sumber lokal mengindikasikan bahwa pesanan untuk jet tempur Su-57E Rusia telah dilakukan, menyusul konfirmasi dari Rusia pada tahun 2025 bahwa beberapa negara telah memesan pesawat baru tersebut.

Namun demikian informasi pembelian tersebut belum terkonfirmasi. Saat ini hanya tiga jet tempur siluman yang tersedia untuk diekspor ke seluruh dunia, termasuk J-35A buatan China, F-35A dari AS, dan Su-57E buatan Rusia.

Meskipun penjualan F-35A tidak mungkin terjadi karena alasan politik, J-35A telah lama diharapkan menjadi pesaing utama pesawat Rusia di kawasan Asia Tengah.

Seperti diketahui, China telah mencapai penjualan jet tempur besar pertamanya ke wilayah tersebut pada awal tahun 2020-an, memasok JF-17 Block 3 ke Azerbaijan, dan J-10CE ke Uzbekistan, keduanya untuk menggantikan MiG-29 yang diwarisi dari Uni Soviet.

Felon Calon Kuat

Para analis memperkirakan Su-57E (varian ekspor dari Su-57) kemungkinan besar akan menjadi pilihan Kazakhstan karena hubungan pertahanan yang erat dengan Rusia.

Jet berjulukan Felon tersebut sebelumnya talah diekspor ke Aljazair, dan beberapa negara lain juga telah menyatakan minatnya, termasuk Kazakhstan, India, dan Malaysia.

KADF sendiri saat ini masih mengoperasikan sejumlah jet pencegat MiG-31 yang diwarisi dari Uni Soviet, dan kemudian dimodernisasi ke standar MiG-31BM di Rusia pada tahun 2010-an.

Baca di Sini: Rusia kantongi kesepakatan baru untuk mengekspor jet tempur Su-57E

Mereka juga menerima jet tempur superioritas udara Su-27/Su-27UB dari Rusia sebagai imbalan atas penyerahan pesawat pembom Tu-95MS yang diwarisi dari era Uni Soviet, dan kemudian memperoleh Su-30SM yang lebih canggih.

Bila pembelian Su-57E terealisasi, maka pesawat ini akan menggantikan peran Su-27/Su-27UB yang telah tua, di mana KADF mengoperasikan 24 pesawat. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *