Mahasiswa asal China ditangkap FBI di AS karena menerobos markas nuklir dan memotret pesawat E-4B Nightwatch

E-4B NightwatchUSAF

AIRSPACE REVIEW – Seorang mahasiswa Teknik Penerbangan asal China berusia 21 tahun, Tianrui Liang, kini harus berurusan dengan biro investigasi federal Amerika Serikat (FBI) setelah tertangkap melakukan aktivitas mencurigakan di area militer sensitif.

Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Glasgow, Inggris, tersebut diamankan oleh otoritas setempat saat mencoba melarikan diri melalui Bandara Internasional John F. Kennedy, New York.

Penangkapan ini merupakan buntut dari aksinya mengambil foto tanpa izin di Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska, yang merupakan salah satu instalasi paling vital dalam arsitektur pertahanan Amerika Serikat.

Insiden bermula ketika seorang saksi mata melaporkan keberadaan Liang yang terlihat menggunakan kamera berlensa jarak jauh untuk membidik aktivitas di landasan pacu Pangkalan Offutt.

Pangkalan ini bukan sekadar fasilitas militer biasa, melainkan markas bagi Komando Strategis AS (STRATCOM) yang memegang kendali penuh atas kekuatan nuklir negara tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut oleh agen federal mengungkapkan bahwa Liang telah mengabadikan berbagai aset udara strategis, termasuk pesawat Boeing E-4B Nightwatch yang memiliki reputasi sebagai pusat komando udara bagi Presiden AS jika terjadi perang nuklir global.

Boeing E-4B, yang populer dikenal sebagai “Pesawat Kiamat” (Doomsday Plane), merupakan sasaran utama yang dipotret oleh Liang.

Pesawat ini dirancang khusus untuk memiliki ketahanan terhadap pulsa elektromagnetik (EMP) dan berfungsi sebagai pusat kendali bergerak yang memastikan komunikasi nuklir tetap terjaga meskipun infrastruktur di darat telah lumpuh total.

Mengingat status kerahasiaan dan nilai strategis yang melekat pada pesawat tersebut, tindakan memotret/mengambil video di area tersebut dianggap sebagai ancaman keamanan nasional yang serius oleh pemerintah Amerika Serikat.

Meski sempat dibebaskan setelah pemeriksaan singkat di lokasi kejadian, Liang segera menjadi buruan kembali setelah FBI mendalami risiko keamanan yang ditimbulkan. Ia akhirnya ditangkap keesokan harinya sesaat sebelum meninggalkan wilayah AS.

Jaksa penuntut menekankan bahwa Liang menghadapi tuduhan serius terkait pelanggaran keamanan fasilitas militer rahasia dan terdapat risiko pelarian yang tinggi karena statusnya sebagai warga negara asing tanpa ikatan kuat di Amerika Serikat.

Kasus ini pun menjadi peringatan keras bagi komunitas fotografer pesawat atau spotter mengenai risiko hukum yang sangat besar saat bersentuhan dengan wilayah kedaulatan militer yang bersifat rahasia. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *