Uzbekistan Pamerkan Jet Tempur J-10CE dari Tiongkok: Jadi Pengguna Kedua Setelah Pakistan

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara dan Pasukan Pertahanan Udara Uzbekistan secara resmi memamerkan jet tempur J-10CE buatan Tiongkok untuk pertama kalinya dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-35 negara tersebut pada 28 Agustus 2026.
Tayangan televisi nasional Uzbekistan menampilkan enam unit jet tempur J-10CE yang terbang dalam formasi ketat sebelum akhirnya mendarat di Pangkalan Udara Karshi-Khanabad.
Kemunculan jet tempur ini menjawab rumor panjang mengenai pembelian pesawat tempur asal Tiongkok oleh Uzbekistan, meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi pejabat pemerintah yang merilis pernyataan resmi terkait akuisisi tersebut.
Pesawat yang melintas dalam perayaan tersebut diketahui bernomor ekor 1014 dan 1020, menurut laporan Militarnyi.
Penampakan visual pada bagian ekor jet tempur menunjukkan adanya ruang khusus yang dirancang untuk bendera nasional Uzbekistan dengan garis miring khas militer setempat.
Pesan 24 Unit
Meski belum ada kepastian mengenai jumlah total unit yang dioperasikan, beberapa laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa Uzbekistan telah memesan hingga 24 unit jet tempur ini.
J-10CE yang diproduksi oleh Chengdu Aircraft Corporation merupakan varian ekspor terbaru dan paling modern dari program pengembangan J-10.
Pesawat generasi terbaru ini dibekali radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem avionik canggih, serta material komposit yang mampu memperkecil jejak radar (radar cross-section).
Info Lainnya: Heboh! Jet tempur J-10CE China bantai Eurofighter Typhoon 9-0 dalam latihan militer di Qatar
Untuk dapur pacu, varian produksi terkini mengandalkan mesin turbofan WS-10 buatan dalam negeri Tiongkok menggantikan mesin AL-31 buatan Rusia, serta didukung persenjataan utama berupa rudal jelajah udara-ke-udara jarak jauh PL-15.
Hadirnya J-10CE di langit Uzbekistan menjadikannya salah satu pengguna baru pesawat tempur ini di luar Tiongkok.
Hingga saat ini, Pakistan menjadi satu-satunya negara yang secara resmi terkonfirmasi sebagai pelanggan ekspor J-10CE sejak menerima unit pertamanya pada Maret 2022.
Eksnpansi Industri Dirgantara Tiongkok
Langkah Uzbekistan ini kian mempertegas jangkauan ekspor industri penerbangan militer Tiongkok di kawasan Asia Tengah.
Selain potensi Uzbekistan dan keberhasilan ekspor ke Pakistan, dinamika pasar jet tempur Tiongkok juga terus berkembang di kawasan Asia lainnya.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Bangladesh tengah bersiap untuk membuka negosiasi dengan Tiongkok terkait kemungkinan akuisisi J-10CE.
Baca di Sini: Bangladesh Siapkan Draf Kontrak untuk Mengakuisisi 24 J-10CE dari Tiongkok
Langkah Bangladesh ini menarik perhatian pengamat militer internasional, mengingat negara tersebut sebelumnya sempat menyatakan ketertarikan kuat untuk memboyong jet tempur Eurofighter Typhoon asal Eropa.
Kehadiran J-10CE di Asia Tengah sekaligus memperkuat posisi Tiongkok sebagai pemasok alutsista modern yang kompetitif di tingkat global.
Dengan mengombinasikan jangkauan tempur jarak jauh melalui rudal PL-15 dan efisiensi biaya operasional, J-10CE menjadi opsi menarik bagi negara-negara yang ingin memodernisasi armada udara mereka tanpa bergantung sepenuhnya pada produsen Barat maupun Rusia.
Tren ini diprediksi akan semakin memperluas pengaruh industri penerbangan militer Chengdu Aircraft Corporation dalam beberapa tahun ke depan. (ON)
