Maloyaroslavets: Kapal Selam Baru Rusia dengan Sistem Sonar Pemindai Jarak Jauh

Kapal selam Project 677 Lada-class RusiaRussian MoD
Kapal selam Project 677 Lada-class Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan galangan kapal milik negara Rusia, United Shipbuilding Corporation (USC), resmi memulai pembangunan kapal selam diesel-elektrik kelas Lada (Proyek 677) terbaru bernama Maloyaroslavets untuk Angkatan Laut Rusia.

Kapal selam yang dirancang oleh Biro Desain Rubin ini menonjolkan keunggulan teknis pada sektor penginderaan bawah air, yaitu penggunaan sistem sonar canggih yang diklaim mampu memberikan keunggulan taktis signifikan dibandingkan kapal selam asing berukuran sejenis.

Selain ketajaman sistem sonar, kapal selam Proyek 677 ini dibangun dengan mengandalkan teknologi peredam suara yang efektif dan jejak akustik (low acoustic signature) yang sangat rendah.

Sulit Dideteksi Musuh

Kombinasi rancangan peredam getaran dan konstruksi khusus ini membuat Maloyaroslavets sangat sulit dideteksi oleh armada musuh, menjadikannya salah satu kapal selam non-nuklir paling modern yang diproduksi Rusia saat ini.

Seluruh pembaruan teknis ini merupakan hasil evaluasi mendalam para insinyur Rubin atas pengalaman operasional kapal pertama di kelasnya, Sankt-Peterburg.

Acara peletakan lunas (keel-laying ceremony) Maloyaroslavets telah berlangsung di Galangan Kapal Admiralty, St. Petersburg.

Langkah ini mempertegas komitmen Kementerian Pertahanan Rusia dan pimpinan Angkatan Laut dalam memperbarui alutsista bawah laut mereka secara berkala, melanjutkan penyerahan kapal-kapal sejenis sebelumnya seperti Kronshtadt pada tahun 2024 dan Velikiye Luki pada tahun 2025.

Direktur Jenderal USC, Andrey Puchkov, menegaskan pentingnya momentum peletakan lunas ini dalam sambutannya saat acara berlangsung.

“Tahun lalu kami telah menyerahkan kapal selam Velikiye Luki ke armada laut, dan hari ini kami meletakkan lunas untuk Maloyaroslavets, kapal kelima dalam seri ini,” ujar Puchkov.

Ditambahkan bahwa ini adalah hasil dari keputusan Kementerian Pertahanan Rusia yang dibuat setelah kerja sama intensif antara pimpinan Angkatan Laut dan United Shipbuilding Corporation.

Lada-class Selayang Pandang

Kapal selam kelas Lada (Proyek 677) merupakan seri kapal selam tempur diesel-elektrik generasi keempat yang dirancang oleh Biro Desain Rubin untuk Angkatan Laut Rusia.

Ditujukan sebagai pembaruan dari kelas Kilo (Proyek 636), kapal selam ini menggunakan desain lambung tunggal (mono-hull) dengan kecepatan bawah air hingga 21 knot, ketahanan layar 45 hari, serta jejak akustik yang lebih rendah.

Meskipun awalnya dikembangkan dengan opsi sistem pendorong independen udara (AIP), proyek teknologi pengerjaan generator elektrokimianya mengalami keterlambatan hingga dekade 2020-an.

Proses pengembangan kelas Lada sempat mengalami kendala besar akibat kegagalan standar uji coba pada kapal pertamanya, Sankt Peterburg.

Hal ini sempat membuat Angkatan Laut Rusia membekukan seluruh proyek konstruksinya pada tahun 2011.

Pembangunan baru dilanjutkan kembali pada pertengahan 2012 setelah dilakukan berbagai perubahan desain secara mendalam.

Tingginya biaya modernisasi akhirnya membuat kapal utama Sankt Peterburg diputuskan untuk dibongkar (scrap) pada tahun 2023, sementara kapal serial pertamanya, Kronshtadt, berhasil diluncurkan pada September 2018.

Meskipun pernah mengalami dinamika pembatalan pemesanan dari pihak luar seperti Indonesia pada rentang tahun 2010, produksi kelas Lada kembali mendapatkan kepastian pesanan.

Pemerintah Rusia terus menandatangani kontrak tambahan untuk unit-unit baru dalam ajang forum militer berturut-turut.

Pada Juli 2025, Presiden Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa setidaknya sembilan unit kapal selam kelas Lada akan dibangun untuk memperkuat armada Angkatan Laut Rusia, termasuk potensi penempatan sebagian besar unitnya di Armada Laut Baltik.(AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *