AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Bolivia (Fuerza Aérea Boliviana/FAB) resmi mengumumkan penguatan operasional besar-besaran melalui penambahan sejumlah pesawat baru dan pengaktifan kembali program pelatihan pilot secara intensif dalam sebuah upacara resmi di La Paz baru-baru ini.
Langkah ini menandai fase baru dalam modernisasi serta pemulihan kemampuan strategis militer udara negara di Amerika Selatan tersebut, bertepatan dengan peringatan 106 tahun penerbangan pertama di Bolivia.
Dalam pidatonya, Komandan Jenderal FAB Marsekal Sergio Fernando Lora menekankan bahwa FAB sedang menjalani masa pembaruan krusial untuk menghadapi tantangan logistik dan geografis Bolivia yang sangat kompleks.
FAB memiliki pangkalan udara yang banyak terletak di ketinggian ekstrem pegunungan Andes.
Beberapa aset udara utama yang kini resmi bergabung dalam struktur kekuatan FAB meliputi pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk memperkuat kemampuan logistik dan kemanusiaan, serta pesawat Learjet yang difungsikan untuk transportasi eksekutif maupun misi medis darurat.
Selain itu, pengadaan pesawat latih baru menjadi prioritas utama untuk mendukung sekolah penerbangan militer yang kurikulumnya kini telah diperbarui secara total.
Fokus pada pengembangan sumber daya manusia ini bertujuan agar setiap personel memiliki kualifikasi standar internasional dalam mengoperasikan teknologi penerbangan modern.
Selain itu, untuk memastikan kedaulatan wilayah udara tetap terjaga dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan maupun kebutuhan sipil seperti misi penyelamatan dan penanganan bencana alam.
Secara keseluruhan, FAB saat ini berada dalam fase transisi yang cukup signifikan karena mereka tidak lagi mengoperasikan armada jet tempur supersonik sejak pensiunnya T-33 pada tahun 2017.
Sebagai tulang punggung pertahanan udara saat ini, FAB mengandalkan jet latih tempur K-8W Karakoram buatan China serta pesawat Pilatus PC-7 dari Swiss untuk misi intersepsi dan patroli perbatasan.
Di sektor sayap putar, armada didominasi oleh AS332 Super Puma dan Bell UH-1H yang memiliki peran vital dalam operasi kontra-narkotika di wilayah pedalaman.
Langkah modernisasi yang dipercepat pada April 2026 ini juga dipandang sebagai respons serius pemerintah terhadap aspek keselamatan terbang, menyusul insiden fatal yang melibatkan pesawat C-130H di Bandara El Alto pada akhir Februari lalu.
Melalui kombinasi penguatan armada dan peningkatan intensitas pelatihan ini, Bolivia berupaya mengembalikan kesiapan operasional dan responsivitas militer udara mereka di tingkat regional. (RW)

