Lagi, Satu Pengebom Tu-95MS Rusia Diserang Drone Ukraina pada Malam Hari

AviVector
Sayap Tu-95MS Rusia patah akibat serangan drone Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Lagi dan lagi, pangkalan udara strategis Engels-2 di Wilayah Saratov kembali diserang drone Ukraina pada malam hari. Dalam insiden terbaru pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, satu unit pesawat pengebom strategis Tu-95MS milik Rusia yang diparkir di pangkalan terbuka hancur dihantam drone jarak jauh milik Dinas Keamanan Ukraina (SBU).

Konfirmasi atas insiden tersebut diperoleh melalui analisis citra satelit terbaru yang dirilis oleh kelompok analis AviVector dan diwartakan oleh portal Ukraina, Militarnyi.

Sepanjang malam pertempuran, warga di sekitar Kota Engels mengonfirmasi terdengarnya serangkaian ledakan keras yang disertai raungan belasan drone di langit.

Operasi presisi yang diluncurkan oleh personel Pusat Operasi Khusus “A” SBU ini mengakibatkan sayap kanan pengebom Tu-95MS mengalami kerusakan struktural berat hingga sebagian komponennya patah.

Mengingat jalur produksi massal pengebom uzur ini sudah lama ditutup puluhan tahun lalu, para pengamat aviasi menilai pesawat tersebut kemungkinan besar tidak dapat diperbaiki kembali.

Bukan Pertama Kali

Unit Tu-95MS yang menjadi korban kali ini diketahui kerap digunakan Angkatan Udara Rusia untuk misi penerbangan latihan di Engels-2.

Pesawat tersebut sebelumnya beroperasi secara berpasangan dengan unit Tu-95MS lain, yang juga telah dimusnahkan oleh drone SBU beberapa waktu lalu.

Pangkalan Udara Engels-2 merupakan sarang utama bagi armada pengebom strategis Tu-95MS dan Tu-160 yang rutin meluncurkan rudal jelajah Kh-101 ke target-target strategis.

Selain tempat penyiapan pesawat, kompleks pangkalan ini juga menampung depot amunisi, bahan bakar, serta fasilitas logistik utama penunjang operasi udara Rusia.

Langkah Pasukan Pertahanan Ukraina yang terus menargetkan armada pengebom dan fasilitas pangkalan udara di dalam wilayah Rusia ini bertujuan langsung untuk mengikis serta menghentikan kapasitas serangan rudal jarak jauh militer lawan.

Serangan berulang ini menjadi peringatan keras bagi Moskow. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *