Terjebak 4 Tahun di Bandara Toronto, Pesawat An-124 Rusia Bakal Ditransfer ke Ukraina

An-124 RA-82078_Via X
Pesawat An-124 maskapai Rusia yang disita Kanada di Bandara Pearson Toronto.

AIRSPACE REVIEW – Pesawat kargo raksasa Antonov An-124-100-150 milik maskapai asal Rusia, Volga-Dnepr Airlines, hingga saat ini masih tertahan di Bandara Internasional Pearson Toronto setelah penyitaan oleh pemerintah Kanada.

Pesawat dengan registrasi RA-82078 ini mendadak terisolasi sejak 27 Februari 2022 akibat penutupan wilayah udara Kanada pasca-invasi Rusia ke Ukraina.

Saat itu pesawat mendarat di Toronto untuk menyelesaikan pengiriman alat uji COVID-19 dari Tiongkok.

Penahanan yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun itu kini mencatatkan tagihan parkir akumulatif hingga jutaan dolar AS (puluhan miliar rupiah) dengan tarif harian mencapai 1.650 USD (sekitar Rp29,2 juta) atau sekitar Rp900 juta sebulan.

Pengadilan Kanada Tolak Gugatan Rusia

Status hukum pesawat pengangkut kargo berat tersebut semakin berlarut setelah Pengadilan Federal Kanada menolak gugatan banding dari pihak Volga-Dnepr pada Agustus 2026.

Pemerintah Kanada menegaskan tetap mempertahankan penyitaan atas dasar sanksi ekonomi dan berniat menyerahkan kepemilikan pesawat tersebut kepada Ukraina.

Meski demikian, rencana pengalihan operasional ke Ukraina dihadapkan pada tantangan teknis besar, mengingat pesawat berkapasitas muatan 150 ton ini memerlukan inspeksi menyeluruh, penggantian komponen krusial, dan sertifikasi kelaikan terbang ulang setelah lama terpapar cuaca ekstrem di Toronto.

Kerugian Ganda

Upaya hukum Volga-Dnepr Airlines untuk merebut kembali pesawat kargo tersebut terus menemui jalan buntu.

Pihak maskapai berargumen mereka adalah entitas korporasi yang tidak seharusnya dituntut atas kebijakan politik maupun aksi militer pemerintah Rusia.

Namun, otoritas Ottawa menilai perusahaan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung jaringan logistik dan aktivitas ekonomi Rusia yang kini berada di bawah sanksi internasional, sehingga langkah penyitaan dinilai sah secara hukum.

Baca di Sini: Kanada sita pesawat An-124 Rusia yang tertahan di Bandara Toronto Pearson dan akan memberikannya ke Ukraina

Keberadaan An-124 di tanah Kanada pun kini menjadi simbol kerugian ganda, baik dari segi pembengkakan biaya pemeliharaan tempat maupun penurunan nilai aset pesawat itu sendiri.

Jika proses penyerahan ke Ukraina terealisasi, armada transportasi udara bernilai tinggi ini diharapkan dapat menyokong kebutuhan logistik serta rekonstruksi infrastruktur vital, meskipun pemulihan kondisi teknisnya akan membutuhkan investasi dana dan waktu yang tidak sedikit. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Hamdan berkata:

    Canada 🇨🇦 ini betul-betul cari masalah sama Russia 🇷🇺 ..
    Tidak mikir panjang Canada 🇨🇦 ini..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *