Incar Jet Tempur Generasi Ke-6, Israel Minta Bocoran Informasi F-47 dari Amerika Serikat
Pratt & WhitneyAIRSPACE REVIEW – Israel secara resmi menunjukkan ketertarikannya terhadap F-47, jet tempur generasi keenam buatan Boeing yang saat ini tengah dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Media Israel melaporkan, pejabat pertahanan Israel berencana meminta data resmi terkait program strategis tersebut untuk menilai kemungkinan pembukaan akses akuisisi oleh Washington di masa depan.
Upaya ini menempatkan Israel sebagai salah satu sekutu dekat AS yang mulai memantau jet tempur siluman ultrarahasia tersebut.
Program F-47 merupakan bagian dari proyek Next Generation Air Dominance (NGAD) milik Amerika Serikat yang dirancang untuk menggantikan peran F-22 Raptor sebagai platform superioritas udara utama.
Arsitektur Terintegrasi
Dipilihnya Boeing pada tahun 2025 untuk mengembangkan F-47 menandai babak baru dalam penerbangan militer.
Jet tempur generasi keenam ini dirancang membawa teknologi kecerdasan buatan, stealth canggih, peperangan elektronik mutakhir, serta jangkauan operasi yang lebih jauh.
Selain itu, F-47 mengusung konsep arsitektur terhubung, di mana pesawat tempur berawak dapat beroperasi secara terintegrasi dengan platform otonom tanpa awak yang dikenal sebagai Collaborative Combat Aircraft (CCA).
Meskipun minat Israel telah terlihat sejak tahun 2025, akuisisi nyata diperkirakan masih membutuhkan waktu yang lama.
Saat ini program F-47 masih dalam tahap pengembangan dan manufaktur uji coba, dengan penerbangan perdana dijadwalkan pada tahun 2028.
USAF sendiri berencana memproduksi sedikitnya 185 unit F-47 untuk armada mereka.
Keputusan Strategis Washington
Langkah Israel ini akan menguji kebijakan ekspor teknologi militer sensitif AS.
Secara historis, Washington kerap membatasi penjualan alutsista paling canggihnya, seperti yang terjadi pada F-22 Raptor yang dilarang diekspor oleh Kongres AS, meskipun Israel sempat dipertimbangkan sebagai calon pembeli kala itu.
Dengan F-47, AS harus kembali mempertimbangkan sejauh mana mereka bersedia berbagi teknologi penetrasi udara tercanggih.
Pembatasan ekspor untuk F-47 diprediksi akan jauh lebih ketat dibandingkan dengan program F-35 Lightning II.
Kendati demikian, Israel memiliki nilai tawar tersendiri mengingat statusnya sebagai satu-satunya operator F-35I Adir, varian F-35 yang dimodifikasi secara khusus dengan avionik dan sistem peperangan elektronik lokal.
Baca di Sini: Trump: Jet tempur F-47 bisa diekspor ke sekutu, tapi kemampuannya diturunkan 10%
Hubungan erat ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi Washington dalam menentukan kebijakan akses teknologi F-47 di masa mendatang.
Presiden AS Donald Trump, sebelumnya juga mengatakan bahwa jet tempur F-47 dapat diekspor dengan penurunan kapabilitas dibanding yang dimiliki Amerika Serikat.
Modernisasi Angkatan Udara Israel
Di samping memantau program F-47, Israel tetap aktif memperkuat armada udara yang ada saat ini. Pada tahun 2026, pemerintah Israel menyetujui pembelian unit tambahan untuk varian F-35I dan F-15IA.
Kombinasi kedua jenis pesawat ini memperlihatkan strategi berlapis Israel: F-35I difokuskan untuk penetrasi dan pengintaian di wilayah udara yang dilindungi ketat, sedangkan F-15IA memberikan keunggulan dalam hal daya jelajah jauh serta kapasitas muatan muatan senjata yang besar.
Israel juga terus berinvestasi pada kemandirian teknologi pertahanannya. Pada Mei 2026, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan proyek pengembangan tangki bahan bakar eksternal khusus untuk F-35I demi meningkatkan daya jangkau dan durasi terbang tanpa mengorbankan ketergantungan pada pihak asing.
Hingga saat ini, belum ada kontrak resmi maupun otorisasi dari pemerintah Amerika Serikat terkait penjualan F-47 kepada Israel.
Minat yang ditunjukkan oleh Tel Aviv saat ini masih sebatas upaya pengumpulan informasi teknis guna menjajaki peluang kerjasama pertahanan di masa depan. (RW)
