Saab Buka Kartu: Intip Pesawat Tempur Kolaboratif Masa Depan Berdesain Siluman

Saab perlihatkan sosok Pesawat Tempur Kolaboratif (CCA) buatannyaX/NoahGairn
Saab perlihatkan sosok Pesawat Tempur Kolaboratif (CCA) buatannya.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, untuk pertama kalinya memperlihatkan gambaran publik mengenai konsep Pesawat Tempur Kolaboratif (Collaborative Combat Aircraft/CCA).

Melalui sebuah video yang diunggah baru-baru ini, Saab menampilkan pesawat tanpa awak berlabel A3-01 yang dirancang untuk beroperasi secara berdampingan dengan jet tempur berawak dalam sebuah sistem tempur udara terpadu.

Pesawat nirawak tersebut mengusung desain sayap delta dengan mesin jet tunggal serta dua saluran udara (intakes) di kedua sisi badan pesawat.

Desain fisiknya memperlihatkan lekukan stealth atau siluman untuk meminimalkan deteksi radar.

Berkecepatan Supersonik

Meski Saab belum mengonfirmasi batas kecepatannya, analisis dari media pertahanan Hartpunkt menyebutkan bahwa bentuk aerodinamis pesawat tersebut mengindikasikan kemampuannya untuk menembus kecepatan supersonik.

Saab menegaskan, masa depan pertempuran udara tidak lagi bertumpu pada satu jenis pesawat saja, melainkan pada ekosistem sistem yang saling terhubung.

Mengusung warisan penerbangan Swedia, platform ini dirancang untuk beroperasi fleksibel dan aman di wilayah konflik yang sangat sengit.

Selain itu, sebutan operasi multidomain mengisyaratkan bahwa pesawat ini tidak hanya ditujukan untuk misi udara ke udara, tetapi juga berpotensi menjalankan peran serangan udara-ke-darat maupun perang elektronik.

Belum Ada Kontrak Pemesanan

Secara umum, konsep Collaborative Combat Aircraft mengacu pada pesawat tanpa awak yang membawa sensor, senjata, atau muatan perang elektronik sembari menerima instruksi dari pesawat berawak atau pengendali darat.

Langkah Saab ini sejalan dengan tren global, di mana Angkatan Udara Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lain juga sedang mengembangkan program serupa.

Kemunculan konsep ini diduga berkaitan dengan kontrak penelitian yang diterima Saab dari badan pengadaan pertahanan Swedia (FMV) pada Oktober lalu.

Baca di Sini: Saab rancang pesawat loyal wingman siluman berkecepatan supersonik untuk dampingi Gripen NG dan jet tempur generasi 6 Eropa

Kontrak tersebut mencakup studi sistem pesawat tempur masa depan, baik berawak maupun nirawak, dengan jadwal pengembangan teknologi hingga kuartal ketiga tahun 2026 dan uji terbang demonstrator hingga 2027.

Meski demikian, hingga saat ini baik Saab maupun FMV belum mengonfirmasi hubungan langsung antara kontrak tersebut dengan konsep A3-01 yang diperlihatkan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *