Negosiasi Tarif AS-Kanada Memanas: Posisi Aman Saab GlobalEye Terancam Boeing E-7 Wedgetail

GlobalEye mungkin akan tergeser oleh E-7 Wedgetail di KanadaSaab, Boeing
GlobalEye mungkin akan tergeser oleh E-7 Wedgetail di Kanada.

AIRSPACE REVIEW – Negosiasi tarif AS-Kanada yang kini memanas telah mengancam posisi aman Saab GlobalEye dalam pengadaan pesawat radar udara Kanada. Amerika Serikat secara agresif menekan Ottawa agar membatalkan pilihannya pada sistem peringatan dini Swedia tersebut dan beralih memborong pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) E-7 Wedgetail buatan Boeing.

Tekanan diplomasi militer ini dimainkan Washington dengan mengaitkan pembelian alutsista AS terhadap potensi pembebasan tarif impor produk industri vital Kanada, seperti baja, otomotif, hingga hasil hutan.

Konflik ini berpusat pada rencana Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF) untuk mengoperasikan armada lima hingga enam unit pesawat radar pemantau udara.

Pilih GlobalEye Tapi Belum Kontrak

Pada 27 Mei 2026, Kanada sebenarnya telah menetapkan pilihan pada sistem GlobalEye buatan Saab dari Swedia yang mengusung jet bisnis Bombardier Global 6500 buatan Kanada sendiri.

Namun, karena Ottawa belum menandatangani kontrak produksi yang mengikat secara hukum, Pemerintah AS memanfaatkan celah tersebut untuk mendesak perubahan keputusan sebelum kesepakatan final terkunci.

Washington secara terbuka mengaitkan pembelian teknologi radar dan pertahanan AS dengan komitmen perdagangan yang lebih luas.

Bada di Sini: Mampu intai musuh dari jarak 650 km, GlobalEye jadi bidikan utama militer Kanada

Selain mendesak pengadaan E-7, AS meminta Kanada menyelesaikan pembelian 88 unit jet tempur F-35A Lightning II, bergabung dalam arsitektur pertahanan Golden Dome.

Hal ini memberikan hak penawaran pertama (right of first refusal) atas mineral kritis Kanada, hingga memberikan jaminan pasokan minyak dan gas.

Hidupkan Lapangan Kerja Bombardier

Bagi Ottawa, pemilihan Saab GlobalEye bukan sekadar urusan militer, melainkan investasi ekonomi dan kedaulatan industri.

Proyek tersebut diperkirakan membuka lebih dari 3.000 lapangan kerja di Kanada serta memberikan hak penuh dalam perawatan, pembaruan perangkat lunak, dan integrasi sistem pertahanan.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pengadaan Kanada tahun 2026 yang mengutamakan keberlanjutan industri dirgantara lokal dibanding bergantung penuh pada rantai pasok luar negeri.

Perusahaan Bombardier sendiri sebelumnya sempat menjadi sasaran ancaman tarif 50% dari AS terkait perselisihan sertifikasi jet bisnis.

Platform NORAD

Di sisi lain, Wedgetail menawarkan platform berbasis Boeing 737 Next Generation yang lebih besar dengan radar MESA (Multi-role Electronically Scanned Array) buatan Northrop Grumman.

Pesawat ini memiliki jangkauan deteksi melebihi 600 km dan telah teruji operasional bersama sekutu utama AS seperti Australia, Inggris, Turki, dan Korea Selatan.

Washington menganggap kesamaan platform E-7 sangat penting untuk koordinasi pertahanan benua melalui komando NORAD.

Info Lainnya: Mampu intai musuh dari jarak 650 km, GlobalEye jadi bidikan utama militer Kanada

Meskipun E-7 Wedgetail memiliki rekam jejak tempur yang matang, keputusan negara-negara sekutu seperti Prancis dan NATO yang memilih Saab GlobalEye membuktikan bahwa sistem Swedia tersebut tetap dapat terintegrasi penuh dalam arsitektur pertahanan gabungan.

Kebuntuan negosiasi ini menjadi ujian besar bagi Kanada. Apakah Ottawa akan mengalah pada tekanan AS demi menyelamatkan ribuan tenaga kerja industri ekspornya dari beban tarif, atau bertahan pada kedaulatan industri dirgantarnya sendiri? (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *