Intelijen Ukraina mengatakan Rusia menghentikan produksi rudal hipersonik Kinzhal

MiG-31 membawa rudal KinzhalTASS
MiG-31K membawa rudal Kinzhal.

AIRSPACE REVIEW – Vadym Skibitsky, Wakil Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR), mengatakan kepada media RBC-Ukraine bahwa Rusia menghentikan produksi rudal balistik yang diluncurkan dari udara (ALBM) Kh-47M2 Kinzhal.

Itelijen Ukraina telah melacak pergeseran produksi sejak April 2026, dan mengaitkannya langsung dengan perombakan prioritas manufaktur rudal Rusia yang lebih luas.

Dikatakan bahwa industri pertahanan Rusia mengalihkan bahan bakar roket dan komponen yang sebelumnya dialokasikan untuk program Kinzhal ke rudal balistik lain yang dianggap Moskow lebih efektif.

Skibitsky menambahkan bahwa Rusia juga menangguhkan produksi dan penggunaan tempur Kh-32, versi yang ditingkatkan dari rudal jelajah antikapal Kh-22.

Mereka mengalihkan pendanaan dan komponen yang sebelumnya dialokasikan untuk program tersebut ke jenis rudal yang sekarang dianggap lebih efektif oleh perencana Rusia.

Tidak Akurat

Masalah akurasi tampaknya menjadi inti dari keputusan Moskow untuk menghentikan produksi Kinzhal.

Dikatakan bahwa rudal berpemandu yang efektif seharusnya tidak meleset dari targetnya lebih dari 5 hingga 7 m, sedangkan penyimpangan aktual Kinzhal mencapai 30 m lebih.

Namun demikian, semua hal tersebut tidak berarti Rusia telah meninggalkan program Kinzhal secara permanen, imbuh Skibitsky.

Kecepatan 10 Mach

Kinzhal, yang berarti “Belati”, mulai diperkenalkan pada tahun 2018, digadang sebagai senjata ajaib hipersonik diluncurkan dari udara yang dapat meleset hingga 10 Mach.

Secara ekslusif, rudal dengan panjang sekitar 8 m ini hanya dapat diluncurkan dari MiG-31K, varian khusus yang dikembangkan dari jet buru sergap MiG-31 Foxhound.

Baca Juga: Sistem pertahanan Patriot Ukraina gagal menangkal serangan rudal hipersonik Kinzhal Rusia

Setiap peluncuran Kinzhal, secara historis memicu sirene serangan udara di seluruh Ukraina pada saat pesawat-pesawat tersebut dipantau lepas landas, karena kecepatan ekstrem rudal tersebut hanya memberi pertahanan udara Ukraina waktu reaksi yang sangat singkat. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *