Punya spek sangar dan bisa angkut 4 ton, rantis Jackal 3 Inggris rampung diproduksi
SupacatAIRSPACE REVIEW – Kolaborasi industri pertahanan Inggris kembali menorehkan pencapaian penting. Babcock dan Supacat secara resmi menyelesaikan produksi seluruh armada kendaraan taktis (rantis) Jackal 3 pesanan Angkatan Darat Inggris (British Army).
Unit terakhir dari kontrak ini —sebuah rantis varian Jackal 3 Extenda dengan konfigurasi roda 6X6— secara simbolis keluar dari jalur perakitan Devonport Dockyard di Plymouth pada 13 Juli 2026.
Dengan tuntasnya batch ini, British Army kini resmi menerima 123 unit rantis generasi terbaru untuk memulihkan sekaligus memodernisasi kemampuan pengintaian jarak jauh dan mobilitas taktis mereka.
Mengganti Rantis yang Disumbangkan ke Ukraina
Proyek pengadaan ini bermula dari kontrak awal yang ditandatangani pada Februari 2023 untuk 70 unit pertama. Langkah ini diambil oleh Kementerian Pertahanan Inggris sebagai respons cepat untuk mengisi kembali kekosongan armada taktis setelah mereka mendonasikan ratusan rantis lapis baja, seperti Mastiff, Wolfhound, dan Husky, ke Ukraina.
Melihat performa dan kebutuhan di lapangan, pada September 2024 Inggris menambah pesanan sebanyak 53 unit lagi dengan memilih varian berat Jackal 3 Extenda 6X6, sehingga total pengadaan mencapai 123 unit.
Dalam kerja sama ini, Supacat bertindak sebagai pemegang desain (design authority) dan rekayasa teknik kendaraan, sementara Babcock bertanggung jawab atas perakitan skala besar, integrasi sistem persenjataan/komunikasi, dan manajemen produksi di Plymouth dengan memanfaatkan perangkat lunak pelacak canggih Pulse.
Spesifikasi Jackal 3 dan Varian Extenda
Jackal 3 dikembangkan dari keluarga platform legendaris High Mobility Transporter (HMT) 400. Dibanding pendahulunya (Jackal 2), versi anyar ini membawa peningkatan signifikan pada sasis, kapasitas muatan, dan suspensi independen yang dapat diatur ketinggiannya untuk melibas medan ekstrem.
Dalam konfigurasi standar roda 4X4, Jackal 3 memiliki bobot kendaraan maksimum sebesar 7.600 kg dengan bobot kosong mendekati 5.500 kg, serta mampu membawa kapasitas muatan hingga 2.100 kg.
Ditenagai oleh mesin diesel Cummins 6,7 liter silinder ganda yang menghasilkan tenaga sekitar 180 hp dan dipadukan dengan transmisi otomatis Allison, kendaraan ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum hingga 120 km/jam di jalan raya serta memiliki jarak tempuh operasional mencapai 800 km.
Sementara itu, varian berat Jackal 3 Extenda memanfaatkan arsitektur dasar yang sama namun menambahkan gandar (poros roda) ketiga untuk mengubahnya menjadi konfigurasi 6X6.
Penambahan gandar ini meningkatkan berat kendaraan maksimum secara signifikan hingga mencapai 12 ton dan melipatgandakan kapasitas muatan operasionalnya menjadi sekitar 4.000 kg.
Ruang ekstra pada varian 6X6 ini sangat ideal untuk mengangkut sistem peperangan elektronik, pos komando, tiang sensor, hingga logistik tambahan untuk patroli jarak jauh.
Untuk urusan pertahanan dan daya gempur, rantis dengan desain kabin terbuka ini dapat dipasangi tameng penahan ranjau (mine blast kit), kursi penyerap hentakan, serta opsi senjata berat seperti senapan mesin berat kaliber 12,7 mm, senapan mesin serbaguna kaliber 7,62 mm, atau peluncur granat otomatis 40 mm.
Sistem kabin terbuka sengaja dipertahankan demi memberikan jarak pandang luas (situational awareness) maksimal serta akses cepat bagi kru untuk membidik sasaran dalam skenario pertempuran.
Sukses Ekspor ke Ceko
Selain memperkuat militer Inggris, proyek ini juga menjadi angin segar bagi industri lokal. Produksi rantis ini berhasil mengamankan lebih dari 100 lapangan kerja terampil di wilayah Inggris Barat Daya, dengan 50% dari rantai pasokannya berasal dari vendor lokal.
Baca Juga: Trofi perang baru pasukan Rusia: Kendaraan taktis khusus HMT Extenda Mk2 buatan Inggris di Ukraina
Menariknya, kesuksesan Jackal 3 kini mulai dilirik pasar internasional. Republik Ceko tercatat telah memesan 18 unit Jackal 3 Extenda untuk memperkuat Pasukan Khusus ke-601 mereka. Pengiriman dijadwalkan dimulai pada 2027.
Meski kontrak 123 unit ini telah selesai, Kementerian Pertahanan Inggris masih memiliki opsi hukum untuk menambah pesanan hingga 117 unit lagi tanpa perlu memulai proses tender baru dari awal. (RNS)
