Detik-detik menegangkan: Pesawat “Hari Kiamat” Tu-214PU Rusia tinggalkan Teheran jelang gempuran AS

Tu-214Vladimir Karnozov
Pesawat Hari Kiamat Tu-214PU Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah pergerakan udara yang misterius dan sarat ketegangan terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah. Hanya beberapa jam sebelum Amerika Serikat meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, sebuah pesawat khusus militer Rusia yang dikenal sebagai pesawat “Hari Kiamat” (Doomsday Plane) dilaporkan sempat mendarat di Teheran sebelum akhirnya langsung bertolak ke Beijing, China.

Pesawat khusus berkode Tu-214PU dengan nomor registrasi RA-64531 ini terpantau radar melakukan perjalanan kilat yang memicu berbagai spekulasi global.

Kronologi Penerbangan Sebelum Serangan

Berdasarkan data pelacakan penerbangan dari sistem radar AirNav, terlihat betapa tipisnya selisih waktu antara kepergian pesawat Rusia tersebut dengan dimulainya serangan Amerika Serikat. Kronologinya sebagai berikut.

Tanggal 13 Juli, 07:35 pagi: Tu-214PU mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran. Kemudian pada pukul 19:08 malam, setelah kunjungan singkat yang misterius itu, pesawat lepas landas meninggalkan Teheran menuju timur.

Masih di malam yang sama pada 13 Juli, pukul 23:45, hanya beberapa jam setelah pesawat Rusia itu pergi, Komando Sentral AS (CENTCOM) resmi memulai operasi militer dan meluncurkan serangan udara ke berbagai titik di Iran.

Baca Juga: Tu-214PU-SBUS, Pesawat Komando Udara Kemhan Rusia

Pada 14 Juli, 02:25 dini hari, pesawat Tu-214PU mendarat dengan aman di Beijing, China. Dan pada pukul 05:15 pagi, operasi militer udara AS di Iran berakhir setelah berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Insiden di Selat Hormuz

Media internasional melaporkan, ketegangan bersenjata dipicu oleh insiden di Selat Hormuz sebelumnya. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membenarkan bahwa mereka telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab (UEA) di perairan Oman menggunakan rudal jelajah.

Serangan tersebut menewaskan satu kru kapal dan melukai delapan lainnya. Iran mengklaim tanker tersebut mengabaikan peringatan mereka.

Sebagai respons, militer AS menghujamkan serangan udara ke target-target militer Iran di beberapa wilayah strategis guna melemahkan kemampuan Teheran dalam mengganggu jalur pelayaran komersial. Lokasi yang menjadi target serangan AS meliputi Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas.

Serangan terus berlanjut, meneruskan perang lebih dari 100 hari yang telah dihentikan beberapa waktu. Hingga saat ini, perang antara Iran dan AS masih berkecamuk dengan “jual-beli” serangan di berbagai tempat di Iran.

Misteri Pesawat Tu-214PU

Kembali ke objek bahasan pokok, julukan Doomsday Plane atau Pesawat Hari Kiamat tidak diberikan sembarangan. Tu-214PU adalah pos komando udara (airborne command post) yang dirancang khusus untuk mempertahankan kendali penuh atas pemerintahan dan militer saat terjadi situasi darurat skala penuh —seperti perang nuklir atau hancurnya infrastruktur komunikasi di darat.

Tu-214PU (RA-64531) dibuat di Pabrik Penerbangan Kazan S.P. Gorbunov, terbang perdana pada Desember 2018, dan masuk ke Skuadron Penerbangan Khusus Rossiya pada tahun 2019.

Pesawat ini dilengkapi sistem transmisi radio canggih, unit enkripsi khusus, serta antena komunikasi satelit terintegrasi. Fungsinya untuk menjamin komunikasi pemerintah dan komando pasukan tetap berjalan tanpa gangguan dari sudut mana pun di belahan bumi.

Kehadiran singkat pesawat pemegang kendali darurat Rusia di Teheran tepat sebelum rudal-rudal AS menghantam daratan Iran tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi para pengamat militer internasional.

Apakah ini misi evakuasi dokumen penting, koordinasi taktis darurat, atau sekadar persinggahan logistik yang kebetulan? Satu yang pasti, penerbangan ini menjadi bukti betapa dinamis dan saling terhubungnya konstelasi konflik global saat ini. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *