Saudia Group raih predikat maskapai paling tepat waktu di dunia
Colin Cooke/WikimediaAIRSPACE REVIEW – Saudia Group menorehkan prestasi gemilang di industri penerbangan global sepanjang bulan Juni 2026. Dua maskapai di bawah naungannya, Saudia dan flyadeal, sukses menduduki peringkat pertama untuk kategori ketepatan waktu (on-time performance), mengalahkan para pesaingnya di salah satu periode operasional paling sibuk tahun ini.
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga analisis penerbangan global Cirium per Juni 2026, Saudia resmi dinobatkan sebagai maskapai nomor satu di dunia untuk tingkat ketepatan waktu penerbangan.
Sementara itu, anak perusahaannya yang berkonsep low-cost carrier, flyadeal, berhasil mengamankan posisi teratas di wilayah Timur Tengah dan Afrika.
Pencapaian luar biasa ini diraih di tengah tantangan operasional yang sangat tinggi, mengingat bulan Juni bertepatan dengan fase puncak kepulangan jemaah haji serta dimulainya musim liburan musim panas global.
13.350 Penerbangan
Tingginya angka ketepatan waktu Saudia Group didukung oleh efisiensi operasional dari ribuan penerbangan yang terjadwal dengan matang.
Sepanjang Juni, maskapai nasional Arab Saudi ini mengoperasikan sebanyak 13.350 penerbangan. Saudia sukses mencatatkan tingkat ketepatan waktu kedatangan (on-time arrival) sebesar 92,38% dan ketepatan waktu keberangkatan (on-time departure) mencapai 93,02%.
Baca Juga: Saudia memilih mesin GE Aerospace GEnx-1B untuk armada Boeing 787 Dreamliner baru
Performa yang tak kalah impresif ditunjukkan oleh flyadeal yang mengoperasikan 5.150 penerbangan. Maskapai ini membukukan tingkat ketepatan waktu kedatangan sebesar 95,42% dan ketepatan waktu keberangkatan yang sangat tinggi, yakni 96,63%.
Rahasia di Balik Sukses: Integrasi dan Teknologi AI
Keberhasilan Saudia Group memimpin ketepatan waktu global ini tidak lepas dari ekosistem penerbangan yang terintegrasi secara solid. Sinergi yang kuat antara seluruh staf, anak perusahaan, dan mitra di sektor penerbangan menjadi kunci utama kelancaran operasional.
Selain faktor sumber daya manusia, Saudia Group memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) lewat sistem digital canggih untuk memperkuat aspek perencanaan, prakiraan cuaca/kondisi (forecasting), ketahanan operasional, hingga pengambilan keputusan secara real-time.
Pemanfaatan teknologi canggih inilah –tulis Saudia dalam rilisnya yang diterima Airspace Review– yang membuat grup maskapai ini mampu mengelola lonjakan volume penumpang dengan tetap menjaga keandalan waktu.
Direktur Jenderal Saudia Group, Engr. Ibrahim Al-Omar, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi seluruh tim.
“Mampu memberikan tingkat keandalan yang tinggi di salah satu periode tersibuk tahun ini mencerminkan dedikasi luar biasa dari seluruh karyawan kami, serta disiplin yang kuat di setiap tahap perencanaan dan eksekusi. Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan performa operasional demi mendukung Strategi Penerbangan Arab Saudi dan visi Kerajaan untuk memperkuat posisinya sebagai hub penerbangan global terkemuka,” ujarnya.
Menjadikan keunggulan operasional sebagai prioritas strategis utama, Saudia Group berkomitmen untuk terus berinvestasi pada inovasi digital demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan tepercaya bagi para penumpangnya. (RNS)
