Gabung NATO membawa berkah bagi Swedia, Saab GlobalEye dipilih jadi pengganti E-3 Sentry
SaabAIRSPACE REVIEW – Bergabungnya Swedia ke dalam aliansi NATO terbukti langsung membawa berkah ekonomi dan industri bagi negara Nordik tersebut. Pakta Pertahanan Atlantik Utara resmi mengumumkan dimulainya negosiasi formal untuk mengakuisisi hingga sepuluh unit sistem radar terbang (Airborne Early Warning & Control/AEW&C) GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab.
Nantinya, GlobalEye akan menggantikan armada Boeing E-3 Sentry yang sudah menua.
Pengumuman penting tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di sela-sela KTT NATO yang berlangsung di Ankara, Türkiye baru-baru ini.
Sebanyak 11 negara anggota NATO telah sepakat untuk mendanai pengadaan bersama ini guna menjadikan GlobalEye sebagai sistem peringatan dan kontrol udara yang baru. Mereka adalah Belgia, Kanada, Denmark, Jerman, Latvia, Lituania, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Rumania, dan Swedia.
Mendongkrak Kesadaran Situasional
Keputusan aliansi untuk membuka pembicaraan akuisisi ini dipicu oleh kebutuhan mendesak NATO untuk memperbarui kapabilitas AEW&C mereka.
Langkah strategis ini dirancang demi mendongkrak kesadaran situasional (situational awareness) serta pengawasan menyeluruh terhadap wilayah NATO.
Meskipun pembicaraan formal telah diumumkan, pihak Saab mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada kontrak resmi yang ditandatangani atau pesanan pembelian yang diterima.
“Kami merasa terhormat dan bangga dapat mendukung NATO dalam menyediakan kapabilitas AEW&C generasi terbaru,” ujar Presiden dan CEO Saab, Micael Johansson.
Ia menekankan, GlobalEye adalah pilihan tepat bagi aliansi, karena menawarkan kapabilitas yang terbukti, fleksibilitas, serta keunggulan operasional jangka panjang.
Selayang Pandang Kecanggihan GlobalEye
Sistem GlobalEye dari Saab mengintegrasikan radar Erieye Extended Range (radar jangkauan diperluas) generasi terbaru dengan rangkaian sensor canggih dan sistem Command and Control (C2) multidomain.
Seluruh sistem pertahanan udara ini ditanamkan pada platform pesawat jet jet bisnis jarak jauh Bombardier Global 6500.
Pesawat intai canggih ini memiliki kemampuan mengudara selama lebih dari 11 jam nonstop.
Bukan hanya itu, GlobalEye dirancang untuk melakukan deteksi jarak jauh dan mampu melacak berbagai jenis ancaman modern di udara, darat, maupun laut secara simultan dari satu platform tunggal.
Target yang bisa diintai mencakup kawanan drone (drone swarms), ancaman berteknologi siluman (stealth), hingga rudal balistik dan rudal hipersonik.
Saab juga mengeklaim sistem ini tetap bekerja secara efektif meski dioperasikan di bawah gangguan pengacau sinyal elektronik (electronic jamming).
Tahap Berikutnya Rampungkan Kontrak
Langkah Saab berikutnya adalah melanjutkan diskusi intensif dengan NATO Support and Procurement Agency (NSPA) untuk merampungkan detail kontrak.
Proyek skala besar ini diproyeksikan akan membuka banyak lapangan kerja baru di Swedia, terutama pada sektor pengembangan, produksi, integrasi, serta dukungan teknis jangka panjang pesawat tersebut.
Menteri Pertahanan Swedia, Pål Jonson, turut menyambut baik keputusan aliansi ini.
“GlobalEye menyediakan kesadaran situasional mutakhir yang sangat dibutuhkan oleh sistem pertahanan modern untuk menangkal segala hal, mulai dari drone, rudal, hingga jenis ancaman lainnya,” pungkasnya. (RNS)
