Lanud Sam Ratulangi sukses fasilitasi Technical Refueling pesawat E-2D Hawkeye Jepang

E-2D Hawkeye Jepang melakukan refueling di Lanud Sam RatulangiLanud Sri/TNI AU
E-2D Hawkeye Jepang melakukan refueling di Lanud Sam Ratulangi.

AIRSPACE REVIEW – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sam Ratulangi pada Jumat (3/7/2026), sukses melaksanakan dukungan Technical Refueling terhadap pesawat E-2D Hawkeye milik Angkatan Udara Jepang (Japan Air Self-Defense Force/JASDF).

Hal ini menunjukkan kapasitas Lanud Tipe A ini sebagai salah satu gerbang strategis diplomasi pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) E-2D yang dikenal sebagai “mata di langit” melakukan pendaratan teknis dalam sebuah misi penerbangan yang telah mengantongi izin resmi dari Pemerintah Republik Indonesia.

Profesionalisme Berstandar Internasional

Seluruh rangkaian proses pengisian bahan bakar (refueling) hingga pelayanan darat (ground handling) berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa kendala.

Personel TNI AU di Lanud Sam Ratulangi menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna memastikan kesiapan operasional pesawat sebelum melanjutkan penerbangannya.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Yoyon Kuscahyono menyatakan momentum ini merupakan bukti nyata kepercayaan negara sahabat terhadap kualitas fasilitas dan profesionalisme prajurit TNI AU di Manado.

“Kedatangan pesawat E-2D Hawkeye JASDF ini menjadi penegasan bahwa Lanud Sam Ratulangi siap kapan pun untuk memberikan dukungan logistik penerbangan bagi pesawat militer asing dengan aman dan sesuai standar internasional,” ujarnya.

Lokasi Strategis di Jantung Indo-Pasifik

Secara geografis, Lanud Sam Ratulangi memegang peran krusial sebagai titik transit logistik militer di kawasan utara Indonesia.

Keberhasilan dukungan teknis ini tidak hanya menunjukkan kesiapan fasilitas pangkalan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang tepercaya dalam menjaga stabilitas kawasan.

Melalui kerja sama taktis seperti technical refueling ini, TNI AU terus membangun hubungan military-to-military yang harmonis dengan JASDF Jepang.

Langkah ini sejalan dengan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan pertahanan dan menjaga semangat persahabatan di koridor Indo-Pasifik.

Lompatan Teknologi Radar AN/APY-9

Pesawat E-2D Advanced Hawkeye milik JASDF merupakan salah satu pilar paling krusial dalam arsitektur pertahanan udara Jepang modern, khususnya untuk menjaga ruang udara di wilayah Pasifik.

Meskipun secara eksternal terlihat mirip dengan pendahulunya (E-2C), pesawat buatan Northrop Grumman ini mengusung perombakan total pada sistem avionik dan sensor internalnya.

Inti dari ketangguhan E-2D terletak pada radar AN/APY-9 berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) yang beroperasi pada pita frekuensi UHF.

Radar ini menggabungkan pemindaian mekanis (berputar 360 derajat) dengan pemindaian elektronik (electronic steering), memungkinkan pesawat untuk mengunci fokus pada sektor tertentu secara terus-menerus guna mendeteksi target yang memiliki penampang radar kecil seperti rudal jelajah antarkapal, drone, hingga jet tempur siluman.

Modifikasi Khusus “Wet Wing”

Tidak seperti versi Angkatan Laut AS yang dirancang untuk beroperasi di kapal induk, E-2D milik JASDF dioperasikan sepenuhnya dari pangkalan darat (land-based).

Oleh karena itu, Jepang memesan varian khusus dengan konfigurasi “Wet Wing”, yaitu modifikasi internal sayap yang diubah menjadi tangki bahan bakar tambahan, sehingga mendongkrak durasi terbang (endurance) pesawat dari yang semula 5 jam menjadi hingga 8 jam penuh.

Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Jepang terus menambah jumlah armada E-2D miliknya untuk menggantikan peran E-2C secara bertahap, dengan total target pengadaan mencapai 18 unit melalui kontrak Foreign Military Sales (FMS).

Pesawat-pesawat canggih ini ditempatkan di bawah Wing Peringatan Dini Udara (Airborne Early Warning Group), tersebar di Skadron 601 yang berbasis di Misawa Air Base (utara) dan Skadron 603 di Naha Air Base, Okinawa (selatan).

Pos Komando Terbang

Lebih dari sekadar stasiun radar pemantau, E-2D bertindak sebagai “flying command post” yang terintegrasi langsung dengan sistem pertahanan udara nasional Jepang, JADGE (Japan Aerospace Defense Ground Environment).

Melalui sistem komunikasi data taktis canggih, operator di dalam pesawat dapat memproses ribuan target secara simultan dan langsung mengoordinasikan pergerakan jet tempur kawan untuk menghalau ancaman secara seketika. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *