Inggris kirim 9 jet Jaguar yang sudah dipensiunkan ke India: Untuk suku cadang
Chris LoftingAIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Inggris membenarkan pengiriman sembilan jet tempur SEPECAT Jaguar Angkatan Udara Inggris (RAF) yang sudah dipensiunkan ke India.
Informasi ini diungkapkan langsung oleh Luke Pollard, Menteri Kesiapan Pertahanan dan Industri Inggris, dalam jawaban tertulis di parlemen pada 3 Juli 2026.
Dikatakan bahwa pesawat-pesawat yang sudah tidak terbang itu akan dimanfaatkan suku cadangnya oleh Angkatan Udara India (IAF) agar armada Jaguar mereka yang tersisa masih dapat terbang.
Saat ini, India adalah satu-satunya negara di dunia yang masih mengoperasikan jet tempur Jaguar secara aktif.
Dikenal di India dengan nama Shamsher (Pedang), IAF mengoperasikan sekitar 110 hingga 120 unit Jaguar yang tersebar di enam skuadron.
Meskipun tua, peninggalan era Perang Dingin, pesawat ini masih menjadi andalan utama mereka untuk misi serangan laut dan penetrasi darat jauh ke wilayah musuh.
Namun, karena lini produksi pesawat ini sudah lama ditutup secara global, mencari suku cadang asli menjadi tantangan yang sangat berat bagi India.
Sembilan jet tempur dari Inggris ini —yang terdiri dari 5 varian kursi tunggal GR1 dan 4 varian kursi ganda T2— akan dipreteli untuk diambil mesin, avionik, roda pendaratan, hingga sistem hidroliknya demi mendukung program modernisasi pesawat Jaguar India (DARIN-III).
Masih Ada 42 Unit di Inggris
Sebelum dikirim ke India dengan bungkus pelindung putih khusus lewat jalur laut, jet-jet tua tersebut sebenarnya sudah pensiun sejak tahun 2007.
Menariknya, setelah hampir 20 tahun digrounded, kondisi pesawat-pesawat ini masih sangat utuh. Hal ini karena Inggris menggunakannya sebagai simulator darat di pangkalan RAF Cosford untuk melatih para teknisi muda mereka.
Dari jawaban parlemen, diketahui Inggris saat ini masih menyimpan 42 unit pesawat Jaguar di inventaris mereka yang terus dipakai untuk keperluan edukasi teknisi tersebut.
Berburu Suku Cadang ke Berbagai Negara
India sendiri melakukan langkah kreatif dengan berburu pesawat pensiunan demi kanibalisme suku cadang dan ini bukan pertama kalinya terjadi.
Karena armada tempur mereka saat ini hanya terisi 29 skuadron dari target ideal 42 skuadron, India harus memutar otak agar pesawat yang ada tidak pensiun dini sebelum penggantinya siap.
Sebelum pasokan dari Inggris tiba, India sudah pernah melakukan strategi serupa. Tahun 2018, India menerima 31 unit jet Jaguar bekas secara gratis dari Prancis.
Kemudian tahun 2025, India membeli pesawat pesawat Jaguar beserta mesin Rolls-Royce Adour dan ribuan suku cadang dari Oman.
India sendiri berencana untuk mulai memensiunkan armada Jaguar secara bertahap mulai tahun 2029 hingga pertengahan 2030-an.
Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu jet tempur buatan dalam negeri, Tejas Mk1A dan desain canggih lainnya, siap sepenuhnya untuk mengambil alih tugas sang Shamsher. (PN)
