Kenalkan, Grom loyal wingman baru untuk AU Rusia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selain meluncurkan drone intai serang Orion, perusahaan Kronstadt Group asal Rusia juga melansir jet siluman tak berawak baru dalam gelaran Forum Militer dan Teknis Internasional keenam Army-2020 di Taman Patriot dekat Moskow.

Drone serang (UCAV) yang disebut Grom (Guntur) ini adalah jenis pesawat loyal wingman kedua yang dikembangkan Rusia.

Sebelumnya telah hadir prototipe S-70 Okhotnik-B (Hunter) besutan biro desain Sukhoi.

Secara fisik, Grom memiliki dimensi dan bobot yang lebih kecil dibandingkan Okhotnik-B.

Seperti Airspace Review kutip dari Sputnik, berat Grom hanya 7 ton, sementara Okhotnik-B mencapai 20 ton atau hanya sepertiganya.

Kecepatan terbang Grom sekitar 1.000 km/jam dengan ketinggian terbang maksimum hingga 12.000 m dan radius tempur 700 km. Muatan bawaannya mencapai 2.000 kg.

Grom mampu melakukan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), serangan, dan peperangan elektronik baik beroperasi sendiri ataupun dalam gerombolan otonom berjaringan. 

Grom juga dapat berperan sebagai sayap setia (loyal wingman) yang bekerja bersama dengan pesawat berawak baik jet tempur atau pesawat komando dan kontrol udara.

Drone Grome loyal wingman
Kronstadt Group

Dalam sebuah misi tempur, Grom akan beroperasi dalam satu koneksi dengan pesawat tempur Su-35 dan jet siluman Su-57 untuk menerobos sistem pertahanan udara musuh dan menghancurkannya.

Selama pameran, Kronstadt Group memboyong mock-up penuh Grom beserta persenjataan yang dibawanya berupa bom pintar dan rudal udara ke darat seperti KAB-500, MAM-L, KAB-250-LG-E, dan Izdelie 85.

Di kelasnya, Grom akan berhadapan langsung dengan XQ-58A Valkyrie, yaitu loyal wingman yang dikembangkan oleh Kratos Unmanned Aerial Systems untuk Angkatan Udara AS (USAF).

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *