Rheinmetall mendapat kontrak untuk memasok sistem pertahanan udara Skynex ke pelanggan rahasia

Rheinmetall SkynexRheinmetall
Rheinmetall Skynex.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan terkemuka asal Jerman, Rheinmetall, secara resmi mengumumkan perolehan kontrak baru untuk memasok empat unit sistem pertahanan udara jarak dekat (SHORAD) Skynex.

Kontrak yang bernilai hingga beberapa ratus juta euro ini datang dari salah satu pelanggan internasional yang identitasnya dirahasiakan.

Kesepakatan ini mencatatkan tonggak sejarah penting karena menjadi pesanan pertama untuk sistem Skynex dari klien internasional misterius tersebut.

Paket Kontrak

Proyek pengerjaan sistem ini direncanakan berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Berdasarkan linimasa kontrak, pengiriman baterai Skynex pertama dijadwalkan rampung dalam waktu 1 tahun 9 bulan setelah penandatanganan kesepakatan.

Selanjutnya, unit-unit berikutnya akan dikirimkan secara bertahap setiap 6 bulan sekali.

Paket pengadaan ini mencakup unit sistem pertahanan udara, truk taktis, amunisi, serta paket Dukungan Logistik Terintegrasi (ILS).

Di dalam paket dukungan tersebut, Rheinmetall juga menyediakan program pelatihan, suku cadang, perkakas khusus, serta bahan habis pakai guna memastikan kesiapan operasional sistem dalam jangka panjang.

Rheinmetall Italia ditunjuk sebagai kontraktor utama dalam proyek ini. Kendati demikian, beberapa anak perusahaan di bawah Rheinmetall MAN Military Vehicles Group juga ikut terlibat langsung, termasuk Rheinmetall Weapon and Munitions (Jerman) serta Rheinmetall Air Defense (Swiss).

Proyektil Pintar Bertipe AHEAD

Satu baterai Skynex standar terdiri dari empat dudukan meriam otomatis (gun mounts), sebuah pos komando, dan sebuah stasiun radar yang berfungsi mendeteksi target udara sekaligus mengarahkan tembakan meriam.

Komponen utama dari sistem ini bertumpu pada meriam otomatis Oerlikon Mk3 kaliber 35 mm. Meriam ini memiliki daya hancur tinggi dengan kecepatan tembak mencapai 1.000 peluru per menit dan jangkauan efektif sejauh 4.000 meter.

Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan proyektil pintar bertipe AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) yang memiliki sekring yang dapat diprogram untuk meledak tepat di depan target.

Setiap dudukan meriam juga dilengkapi dengan stasiun radar mandiri yang terintegrasi dengan sensor optoelektronik.

Kombinasi teknologi ini menjamin akurasi tinggi dan pelacakan yang presisi, bahkan untuk menyasar target kecil seperti drone atau rudal berpemandu.

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2021, efektivitas sistem pertahanan udara modern ini kian diminati di pasar global dan tercatat telah diadopsi oleh militer Italia, Ukraina, serta Rumania.

Ke depannya, Rheinmetall berencana memodernisasi sistem ini melalui kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, LIG Defense, serta mengembangkan rudal antipesawat baru C-PGM/ESHORAD untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem Skynex. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *