Dihajar drone FPV Rusia, peluncur MAAWLR buatan Amerika Serikat hancur di Ukraina

Peluncur MAAWLR Ukraina buatan ASwarriorofnorth
Peluncur MAAWLR Ukraina buatan AS.

AIRSPACE REVIEW – Sistem pertahanan udara milik militer Ukraina yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan AS, Sierra Nevada Corporation (SNC), MAAWLR, berhasil dihancurkan di wilayah Kharkiv oleh drone first-person view (FPV) Rusia yang dioperasikan oleh kelompok penyerang “Sever” (Utara).

Kejadian ini menandai kehilangan pertama yang dikonfirmasi dari peluncur rudal antidrone MAAWLR (Mobile Anti-Air Weapons Launcher, Reconfigurable).

Sistem rudal pertahanan udara jarak dekat (Short-Range Air Defense/SHORAD) bergerak ini dirancang untuk memburu dan menghancurkan drone, rudal jelajah, dan pesawat dan helikopter yang terbang rendah.

Tidak seperti sistem rudal pertahanan udara besar yang mahal dan sulit dipindahkan, maka MAAWLR menawarkan sistem hemat biaya dan dapat di sasis truk sipil ringan atau pickup.

Kru yang terdiri dari hanya dua tentara dapat memasangnya dalam 20 menit dan membongkarnya dalam waktu yang sama, menjadikannya jenis sistem yang dapat dipindahkan sebelum serangan balasan tiba.

Dapat Menggunakan Berbagai Rudal

Perusahaan SNC yang berbasis di Sparks, Nevada ini mengembangkan MAAWLR sebagai bagian dari keluarga Pertahanan Udara yang Dapat Dikerahkan dengan Cepat (Rapidly Deployable Air Defense)

Serangkaian sistem dirancang untuk memberikan perlindungan bergerak dan fleksibel kepada pasukan darat terhadap seluruh spektrum ancaman udara.

Fitur utama sistem ini adalah kemampuannya untuk dikonfigurasi ulang, yang dapat menembakkan berbagai macam senjata tergantung pada ancaman dan misi.

Rudal yang dapat digunakan termasuk AIM-9M Sidewinder, rudal pencari panas jarak pendek. Lalu AIM-120 AMRAAM, rudal berpemandu radar canggih yang mampu menyerang target di luar jangkauan visual.

Sistem ini juga dapat menembakkan rudal AIM-132 ASRAAM, rudal udara ke udara jarak pendek yang dikembangkan MBDA UK Inggris, IRIS-T buatan Diehl Defence Jerman, bahkan rudal R-27 era Uni Soviet.

Selain rudal, MAAWLR dapat juga dilengkapi dengan APKWS II (Advanced Precision Kill Weapon System) roket berpemandu laser kaliber 70 mm dari BAE Systems.

Tergantung pada jenis amunisi yang dimuat, SNC mengatakan sistem ini dapat menyerang target udara pada jarak antara 6 km hingga 15 km.

Menggunakan Radar Sendiri atau Eksternal

Paket sensor yang terpasang pada truk memberikan MAAWLR kemampuan untuk menemukan dan menyerang target tanpa bergantung pada jaringan radar eksternal.

Dua antena radar X-band RPS-82 menyediakan kerucut radar 90 derajat untuk deteksi dan pelacakan target.

Sementara sensor FLIR MX-15, sebuah menara elektro-optik dan inframerah yang distabilkan, menyediakan kemampuan identifikasi optik.

Sistem ini juga dapat menerima data penargetan dari sumber radar eksternal, memperluas jangkauannya ke jaringan pertahanan udara terintegrasi jika tersedia. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *