Fenris, panser kanon 6×6 terbaru Arquus resmi meluncur di Eurosatory 2026
Arquus AIRSPACE REVIEW – Fenris, kendaraan tempur lapis baja pendukung tembakan (fire support vehicle/FSV) berkonfigurasi 6×6 terbaru, resmi diperkenalkan ke publik pada pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Paris.
Panser kanon seberat 26 ton ini menjadi sorotan utama karena merupakan produk kolaborasi perdana yang dikembangkan oleh Arquus (Prancis) bersama John Cockerill (Belgia) pasca-akuisisi pada tahun 2024.
Desain Fenris diarahkan khusus untuk mengisi kebutuhan unit infanteri ringan, medium, serta unit pengintai (reconnaissance) yang membutuhkan mobilitas tinggi, namun dibekali daya tembak masif setingkat tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT).
Penerus Ideal AMX-10 RC 105 dan Panhard ERC 90
Di lingkungan Angkatan Bersenjata Prancis, kendaraan ini disebut-sebut sebagai penerus ideal bagi panser kanon legendaris AMX-10 RC 105 dan Panhard ERC 90 yang saat ini masih beroperasi aktif.
Sebagai sebuah FSV modern, letalitas utama Fenris terletak pada integrasi teknologi kubah senjata otomatis Cockerill 3105 (C3105).
Kubah ini dipersenjatai dengan kanon tekanan tinggi (HP) kaliber 105 mm standar NATO yang mampu melontarkan semua jenis amunisi konvensional seperti APFSDS, HEAT, HESH, HE, hingga munisi asap.
Selain itu, laras kanonnya juga dirancang untuk meluncurkan rudal antitank Cockerill Falarick-105.
Mampu Membawa 36 Butir Munisi
Untuk mendukung keberlanjutan tembakan di medan laga, kendaraan mampu membawa total 36 butir munisi, di mana 12 butir di antaranya berada dalam posisi siap tembak (ready-to-fire) pada sistem pengisian otomatis.
Untuk mendukung pergerakan taktis yang dinamis, Fenris mengandalkan dapur pacu berupa mesin diesel 500 hp berperforma tinggi yang dioptimalkan agar memiliki torsi besar namun dengan tingkat kebisingan (acoustic signature) yang sangat rendah.
Di atas permukaan jalan datar, kendaraan mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 90 km/jam dengan jangkauan operasi logistik mencapai 800 km.
Mobilitas ini diperkuat oleh penggunaan suspensi hidrolik aktif (piloted suspension) yang memungkinkan pengemudi mengubah jarak bebas ke tanah (ground clearance).
Pengemudi juga dapat merendahkan siluet bodi hingga posisi “tiarap” (hull-down) saat melakukan pengintaian atau melepaskan tembakan dari balik perlindungan.
Paket Optronik dan Kecerdasan Buatan
Kesadaran situasional dan akurasi tembakan Fenris turut didongkrak oleh adopsi perangkat elektronik serta kecerdasan buatan mutakhir.
Fenris dilengkapi paket optronik canggih Safran PASEO MASTER yang memiliki jarak deteksi hingga 18 km pada siang hari dan 15 km pada malam hari.
Sistem penargetannya didukung oleh fitur pelacakan otomatis (auto-tracking) berbasis algoritma AI, yang diklaim mampu mencapai tingkat akurasi hingga 95% pada jarak 2 km dalam kondisi bergerak melawan target yang juga bergerak.
Sementara itu, untuk menghadapi ancaman pesawat tanpa awak, Fenris mengintegrasikan stasiun senjata kendali jarak jauh Hornet-S C-UAS yang dibekali sensor radar dan senapan mesin FN MAG 58 kaliber 7,62 mm.
Dapat Dimobilisasi Menggunakan A400M
Dari sisi proteksi dan logistik, kendaraan berawak tiga orang ini menawarkan tingkat perlindungan berstandar STANAG 4569 Level 4, yang sanggup menahan terjangan peluru kaliber 12,7 mm serta pecahan munisi artileri 155 mm.
Di sisi lain, dimensi dan bobotnya yang proporsional membuat Fenris memiliki kemampuan proyeksi cepat karena dapat dipindahkan lewat udara menggunakan pesawat angkut taktis sekelas Airbus A400M Atlas.
Pihak Arquus dan John Cockerill menyatakan lini produksi mereka telah siap sepenuhnya untuk memasuki fase produksi massal, dengan estimasi waktu pengiriman pesanan pertama berkisar antara 12 hingga 16 bulan setelah kontrak resmi disepakati. (RBS)
