Distrik Barat Rusia akan dilengkapi MiG-31K dengan rudal nuklir Kinzhal

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah Distrik Militer Selatan dilengkapi dengan satu skadron jet pemburu MiG-31 berpeluru kendali nuklir Kh-47M2 Kinzhal, kini giliran Distrik Militer Barat yang akan menerima senjata pamungkas udara pembunuh kapal induk tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pesawat dan rudal akan segera dikirimkan. Namun tidak disebutkan kapan persisnya.

Dijelaskan, pengiriman akan tergantung pada pelaksanaan pesanan pengadaan senjata dan waktu yang dibutuhkan untuk melatih para kru.

Kh-47M2 Kinzhal (Belati) adalah rudal balistik luncur udara (ALBM) berkemampuan nuklir.

Rudal ini mulai dioperasikan pada Desember 2017 dan merupakan satu dari enam senjata strategis Rusia baru yang diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018.

Kinzhal ALBM memiliki jangkauan lebih dari 1.200 mil (2.000 km). Laju kecepatan maksimum mencapai Mach 10 serta memiliki kemampuan bermanuver untuk mengelak. Selain dapat diluncurkan oleh MiG-31K, rudal ini juga melengkapi pembom Tu-22M3.

Untuk diketahui, saat ini hanya Distrik Militer Selatan Rusia yang baru dilengkapi MiG-31 dengan rudal Kinzhal.

Pesawat tersebut ditempatkan di sebuah skadron uji sejak 2017 dengan 10 unit MiG-31K di dalamnya.

Setelah Distrik Militer Barat, pada 2024 Rusia juga akan melengkapi Distrik Militer Pusat dengan alutsista ini.

russias military districtsStratfor

Penempatan MiG-31K dan rudal Kinzhal di Distrik Barat untuk menghalau para potensi pengacau yang akan masuk ke wilayah tersebut.

Kemampuan pesawat dan rudal telah dipetakan, sehingga dapat menghancurkan pasukan termasuk kapal perang yang bersiap melakukan agresi.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *