PT PAL siap luncurkan kapal Landing Dock pesanan Filipina: Geliat ekspor alutsista Indonesia

PT PAL menyelesaikan kapal Landing Dock pesanan FilipinaPT PAL

AIRSPACE REVIEW – Setelah sukses dengan peluncuran Fregat Merah Putih (FMP) 140 meter pada penghujung Desember 2025 lalu, PT PAL Indonesia kini kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri pertahanan maritim.

Perusahaan galangan kapal pelat merah ini tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) #1 sepanjang 124 meter untuk Angkatan Laut Filipina pada akhir Juni 2026.

Proyek ini merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi berikutnya.

Keberhasilan pembangunan kapal ini bukan sekadar pemenuhan kontrak, melainkan bukti nyata keberlanjutan kepercayaan pasar internasional terhadap kapabilitas industri pertahanan maritim Indonesia.

Transformasi Galangan dan Efisiensi Produksi

Proses pembangunan LD #1 untuk Filipina menunjukkan capaian yang impresif. PT PAL berhasil memangkas dock time hingga hanya enam bulan.

Efisiensi ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kecepatan ini merupakan buah dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Transformasi PT PAL mencakup penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, hingga integrasi sistem digital, seluruh lini telah dioptimalkan untuk menciptakan budaya kerja yang lebih adaptif dan produktif.

Indikator Kepercayaan Global

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan proyek ini memiliki makna strategis bagi hubungan pertahanan Indonesia dan Filipina.

Statusnya sebagai repeat order menjadi indikator kuat kepuasan pengguna (end-user) terhadap kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, serta dukungan layanan yang diberikan PT PAL.

“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di Insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ungkap Kaharuddin.

Menuju Tahap Pengujian

Saat ini, pembangunan LD #1 telah mencapai salah satu fase krusial dalam siklus produksi kapal. Peluncuran kapal ini nantinya akan menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal.

Setelah meluncur ke air, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk integrasi sistem dan peralatan internal.

Tahapan ini akan memakan waktu sebelum kapal akhirnya siap menjalani fase sea trial untuk menguji performa di laut lepas.

Dengan rekam jejak BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy, kehadiran unit baru ini akan semakin mempertegas posisi PT PAL Indonesia sebagai pemain utama dalam pasar industri pertahanan global. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *