Airbus ubah pabrik A380 jadi tempat perakitan pesawat terlaris: Kejar produksi 75 A320neo per bulan
CNNAIRSPACE REVIEW – Raksasa industri pesawat Eropa, Airbus, mengubah pabrik pesawat superjumbo, A380, di Toulouse menjadi lini perakitan akhir (FAL) keluarga A320neo yang kini menjadi pesawat terlaris di kelasnya.
Fasilitas yang dibangun di Toulouse, Prancis ini memanfaatkan Hanggar “Jean-Luc Lagardère”. Hanggar ini dulunya adalah tempat produksi jet komersial terbesar sejagat, A380.
Keputusan mengalihkan fungsi pabrik superjumbo ini diambil untuk menjawab tingginya permintaan pasar terhadap Airbus A321neo.
FAL A320 ke-10 di Dunia
Fasilitas baru di Toulouse ini menandai berdirinya lini perakitan keluarga A320 milik Airbus yang kesepuluh secara global.
Reorientasi infrastruktur merupakan bagian penting dari strategi modernisasi sistem produksi global perusahaan berskala internasional tersebut.
CEO Airbus, Guillaume Faury, menjelaskan bahwa peresmian pabrik baru ini sebagai bentuk adaptasi perusahaan terhadap dinamika pasar.
“Fasilitas modern ini mencerminkan komitmen penuh kami untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sangat kuat terhadap pesawat hemat bahan bakar seperti A321neo. Di sisi lain, langkah ini menjadi cara terbaik bagi kami dalam mengoptimalkan infrastruktur industri yang sudah mapan di Toulouse,” ungkap Faury dalam pernyataannya.
Target Produksi 75 Pesawat per Bulan
Lini perakitan baru di bekas pabrik A380 tidak hanya sekadar ruang baru, melainkan pusat produksi modern yang dilengkapi dengan teknologi digital mutakhir serta sistem otomatisasi tingkat tinggi.
Implementasi teknologi ini dirancang Airbus untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjamin keselamatan kerja karyawan, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran fasilitas canggih mengemban misi besar untuk berkontribusi langsung pada target jangka panjang Airbus, yang menargetkan 75 unit A320 per bulan pada pertengahan dekade ini.
Membuka Ratusan Lapangan Kerja Baru
Dengan beroperasinya lini baru di Toulouse, Airbus kini memperkokoh jaringan manufaktur globalnya untuk memastikan kelancaran pasokan pesawat ke berbagai maskapai.
Saat ini, seluruh fasilitas produksi utama Airbus telah memiliki kemampuan penuh (full capability) untuk merakit armada A321neo.
Jaringan produksi global tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, antara lain di Hamburg (Jerman), Mobile (Amerika Serikat), Tianjin (China), dan Toulouse (Prancis).
Selain mendongkrak kapasitas produksi perusahaan, pengaktifan kembali Hanggar Jean-Luc Lagardère juga membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Proyek ini membuka ratusan lapangan kerja baru di sektor penerbangan bernilai tinggi, sekaligus memperkuat posisi kota Toulouse sebagai jantung utama industri dirgantara dan aviasi di Eropa. (RNS)
