Polandia tangguhkan pengiriman MiG-29 ke Ukraina: Kesepakatan alih teknologi drone buntu

Jet tempur MiG-29 PolandiaAndrzej Rogucki
Jet tempur MiG-29 Polandia.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Polandia memutuskan untuk menangguhkan pengiriman jet tempur MiG-29 ke Ukraina. Keputusan ini diambil akibat adanya perselisihan yang belum terselesaikan terkait alih teknologi drone yang dijanjikan Ukraina.

Wakil Menteri Pertahanan Nasional Polandia, Cezary Tomczyk, dikutip TVN24 menyatakan, Warsawa telah berulang kali menyampaikan keinginannya untuk memanfaatkan keahlian dan pengetahuan teknologi Ukraina di bidang sistem udara tak berawak (UAS).

Alih teknologi akan dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan drone domestik negara tersebut.

Kesepakatan Belum Tercapai

Ia menegaskan bahwa armada MiG-29 akan dikirimkan ke Ukraina setelah permasalahan kesepakatan alih teknologi diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Kabar mengenai rencana barter MiG-29 Polandia dengan teknologi drone Ukraina sudah mulai muncul sejak Januari lalu.

Pada saat itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat menyatakan bahwa pihak Ukraina menyetujui syarat-syarat kerja sama tersebut.

Namun, hingga kini jenis teknologi spesifik yang diincar oleh Polandia tidak diungkapkan kepada publik. Begitu pula dengan sejauh mana progres negosiasi aktual yang tengah berlangsung antara Warsawa dan Kyiv.

Sebelumnya, Staf Umum Polandia pada awal Desember 2025 mengumumkan negosiasi sedang berjalan untuk mentransfer sisa jet tempur MiG-29 milik Polandia ke Ukraina.

Masa Operasional Sudah Hampir Habis

Di internal Polandia sendiri, keputusan menghibahkan pesawat ini dinilai masuk akal karena masa pakai operasionalnya yang sudah mendekati akhir serta tidak adanya prospek modernisasi lebih lanjut.

Langkah hibah ini juga diproyeksikan sebagai bagian dari kebijakan yang lebih luas dari NATO untuk memperkuat sayap timur aliansi sekaligus mendukung pertahanan Ukraina melawan Rusia.

Setelah MiG-29 resmi dipensiunkan, peran pesawat ini di Angkatan Udara Polandia sepenuhnya akan digantikan oleh jet tempur lebih modern, seperti F-16 dan FA-50 dari buatan Korea Selatan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *