ROKAF akan mendapatkan tambahan 70 rudal AIM-120C-8 AMRAAM dari AS, taji makin tajam

Rudal AIM-120 AMRAAMUSAF
Rudal AIM-120 AMRAAM.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) akan mendapatkan tambahan 70 rudal AIM-120C AMRAAM setelah Pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan rudal dengan nilai kesekapakan sekitar 292 juta USD (sekitar Rp4,7 triliun) ini ke Seoul.

Penjualan rudal AIM-120C ini akan akan memperkuat kemampuan pencegatan di luar jangkauan visual (beyond-visual-range/BVR) ROKAF dalam menghadapi potensi ancaman udara di sekitar Semenanjung Korea.

Selain rudal, paket penjualan mencakup bagian pemandu (guidance sections), peralatan pendukung, pelatihan, serta bantuan logistik. RTX Corporation (Raytheon) akan bertindak sebagai kontraktor utama dalam program akuisisi ini.

Modernisasi Menghadapi Modern

Rudal AIM-120C-8 merupakan konfigurasi produksi internasional terbaru dari keluarga AMRAAM.

Varian ini dilengkapi dengan program pembaruan komponen dan arsitektur perangkat lunak yang disebut Form, Fit, Function Refresh (F3R).

Pembaruan ini memberikan keunggulan dalam hal ketahanan terhadap penangkal elektronik (electronic countermeasures), manajemen penerbangan yang lebih baik, dan kemampuan sistem pemandu yang lebih mandiri.

Rudal ini bekerja dengan sistem look-down/shoot-down, yang memungkinkan pilot jet tempur seperti F-35A, F-15K, atau KF-16 ROKAF untuk mengunci dan menembak target.

Selain ancaman jet tempur tua milik Korea Utara, Seoul kini harus bersiap menghadapi integrasi taktik musuh yang melibatkan drone, rudal jelajah presisi berpandu kecerdasan buatan (AI), serta rudal balistik taktis.

Pertahanan Udara Berlapis

Penambahan stok AMRAAM bagi ROKAF juga akan mengoptimalkan pembagian kerja dalam jaringan pertahanan berlapis Korea Selatan.

Sementara sistem pertahanan darat seperti Patriot dan Cheongung-II fokus menangani ancaman balistik, jet tempur yang dipersenjatai AIM-120C-8 dapat berpatroli jauh di depan untuk melumpuhkan ancaman udara sebelum musuh sempat melepaskan senjatanya.

Selain itu, pengadaan ini mendukung interoperabilitas (kemampuan operasi gabungan) antara militer Korea Selatan dan Amerika Serikat karena kedua sekutu menggunakan jenis rudal yang sama. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *