Indonesia disebut akan menandatangani kontrak pembelian 12 jet M-346F dari Italia bulan depan

Jet tempur ringan Leonardo M-346F Block 20Leonardo
Jet tempur ringan Leonardo M-346F Block 20.

AIRSPACE REVIEW – Indonesia disebut akan menandatangani kontrak pembelian 12 jet tempur ringan dan latih lanjut M-346F Block 20 dengan produsen dirgantara asal Italia, Leonardo, bulan depan (Juli 2026).

Menurut laporan EDR Magazine dari ajang pameran dirgantara ILA Berlin 2026, kesepakatan ini akan diteken oleh pihak Leonardo bersama PT E-Systems Solutions selaku kontraktor pertahanan resmi yang ditunjuk Kementerian Pertahana Indonesia untuk memfasilitasi pengadaan ini.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses pemilihan jet M-346F pada akhir tahun 2025 lalu, yang kemudian diperkuat dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Singapore Airshow, pada Februari 2026.

Rencana Keseluruhan 36 Pesawat

Pada awalnya, rencana akuisisi ini menargetkan pembelian 18 unit pesawat, namun jumlah tersebut kemudian ditingkatkan hingga mencapai total 36 unit M-346F.

Untuk kontrak pertama bulan Juli nanti, pasokan akan mencakup 12 unit M-346F yang ditargetkan mulai dikirim ke Indonesia pada awal 2028.

Jet-jet tempur ringan baru ini diproyeksikan menggantikan armada jet latih tempur legendaris BAE Systems Hawk Mk 109/209 buatan Inggris yang telah beroperasi sejak era 1990-an.

Lebih Canggih dan Integrasi dengan Sistem Domestik

Pesawat versi Block 20 yang dipesan oleh Indonesia dirancang khusus untuk menghadapi tantangan biaya operasional pesawat generasi kelima yang tinggi, dengan menyematkan sistem digitalisasi mutakhir dan kecerdasan buatan (AI).

Sumber manajemen senior dari PT E-Systems Solutions mengatakan, program pengadaan untuk Indonesia ini terbilang sangat ambisius jika dibandingkan dengan pelanggan M-346 Block 20 lainnya, seperti Kanada dan Austria.

Indonesia akan menggunakan jet ini dalam peran operasional tempur yang jauh lebih mumpuni.

PT E-Systems Solutions dilaporkan akan mengintegrasikan sejumlah sistem teknologi mandiri ke dalam armada M-346F Indonesia.

Sistem-sitem tersebut antara lain Self Protection Jammer (SPJ) hasil desain dalam negeri untuk sistem perlindungan elektronik mandiri, rudal udara ke udara jarak pendek canggih Diehl IRIS-T buatan Jerman, data-link lokal buatan Indonesia, dan bom MK-V ringan produksi dalam negeri. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *