AS dan Iran akan menandatangani perjanjian damai di Jenewa pada 19 Juni: Kado ulang tahun Trump?
REUTERS/Kylie CooperAIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan akan menggelar penandatanganan perjanjian damai di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026. Langkah ini menandai babak baru yang sangat signifikan dalam upaya meredakan ketegangan yang telah lama terjadi antara kedua negara, lapor BBC.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, yang menyampaikan informasi ini menyebut, Washington dan Teheran telah berhasil mencapai kesepakatan awal setelah melalui serangkaian negosiasi diplomatik yang intensif.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut baik perkembangan ini. Ia menggambarkan rencana penandatanganan perjanjian damai di Jenewa sebagai sebuah tonggak sejarah diplomatik yang krusial.
Kesepakatan ini, harap dia, nantinya akan menjadi jalan bagi terciptanya stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Negara-negara yang Terlibat dalam Negosiasi Iran-AS
Pemerintah Pakistan mengungkapkan, sepanjang proses negosiasi pihaknya terus menjaga komunikasi dengan semua pihak yang terlibat, serta konsisten menyerukan penahanan diri dan penyelesaian perselisihan melalui jalur diplomatik.
Islamabad menegaskan, dialog tetap menjadi satu-satunya mekanisme efektif untuk mengatasi krisis internasional dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Selain mengapresiasi kesediaan kepemimpinan AS dan Iran untuk mencari solusi kompromi ketimbang melanjutkan konfrontasi, pihak Pakistan juga menggarisbawahi peran penting para mediator regional lainnya.
Negara-negara yang turut memfasilitasi proses negosiasi panjang ini antara lain Arab Saudi, Qatar, Turkiye, dan Mesir, dengan dukungan penuh dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Bayang-bayang Ketidakpastian Tetap Ada
Kendati kesepakatan awal telah dicapai, AS dan Iran dilaporkan masih harus menyelesaikan sejumlah masalah teknis dan politik yang cukup kompleks.
Oleh karena itu, proses negosiasi dipastikan akan tetap berlanjut bahkan setelah dokumen perjanjian resmi ditandatangani di Jenewa.
Pada masa lalu, meskipun kontak diplomatik terus berjalan, kedua negara tetap terlibat dalam aksi saling serang.
Para pengamat menilai masih ada bayang-bayang ketidakpastian mengenai apakah pembicaraan di Swiss ini akan berjalan mulus tanpa hambatan.
Risiko eskalasi ketegangan baru sewaktu-waktu disebut tetap dapat mengganggu jalannya kesepakatan.
“Kado Ulang Tahun” ke-80 Trump
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Republik Islam Iran telah resmi tercapai.
Pengumuman bersejarah ini disampaikan Trump bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni 2026.
Melalui akun media sosialnya, Trump menyatakan mencabut blokade maritim dan membuka kembali jalur pelayaran vital dunia.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya memberikan otorisasi penuh atas pembukaan bebas tol Selat Hormuz dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” tulis Trump. (RNS)
