Laporan Pentagon ke Kongres: Enam hari Perang Iran, duit AS jebol Rp184 triliun
Politico AIRSPACE REVIEW – Kampanye militer AS bersandi “Operation Epic Fury” untuk menyerang Iran ternyata menguras dengan cepat duit Amerika Serikat, demi menjalankan Perintah Presiden Donald Trump.
Laporan terbaru Departemen Perang AS (Pentagon) kepada Kongres menyebut angka 11 miliar USD (setara dengan pembulatan Rp184 triliun) hanya dalam enam hari perang, yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Hal ini diungkapkan oleh para pejabat Pentagon kepada para senator dalam sebuah pengarahan rahasia minggu ini, sebagaimana diberitakan oleh Air Force Times.
Angka tersebut pun belum termasuk berbagai pengeluaran lain terkait perang, yang menunjukkan bahwa total keseluruhan kemungkinan akan meningkat.
Senator Chris Coons, D-Del., dalam pernyataan singkat kepada wartawan pada hari Rabu, memercayai angka 11,3 miliar USD itu sebagai angka yang akurat.
Seorang juru bicara Pentagon menolak untuk membahas detail pertemuan tertutup tersebut, tetapi menekankan kepada Military Times bahwa biaya pastinya akan tetap tidak diketahui sampai misi selesai.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal itu.
Trump pada hari Rabu, berbicara di sebuah acara bergaya kampanye di Kentucky, menyatakan bahwa AS telah memenangkan perang dengan Iran.
Trump telah dikritik di beberapa kalangan karena pernyataannya yang berubah-ubah tentang Perang Iran.
Sementara Gedung Putih bersikeras konsisten pada empat tujuan perang tersebut, yaitu menempatkan senjata nuklir di luar jangkauan, menurunkan kemampuan rudal balistik Iran, menimbulkan kerusakan parah pada angkatan lautnya, dan menghentikan Iran dalam mendukung kelompok proksi militan di Timur Tengah.
Partai Demokrat di Kongres telah mengajukan serangkaian resolusi yang bertujuan untuk memaksa penarikan pasukan AS dari operasi melawan Iran, kecuali jika secara resmi diizinkan oleh para anggota parlemen.
Upaya serupa sebelumnya gagal disahkan di DPR dan Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik, di mana para pemimpin Partai Republik berpendapat bahwa Trump telah bertindak sesuai dengan wewenang konstitusionalnya.
Komando Pusat AS mengatakan, pasukan Amerika telah menyerang sekitar 6.000 target di dalam Iran sejak perang dimulai.
Sementara itu Iran melancarkan serangan balasan yang difokuskan terhadap sebagian besar Israel dan sekutu Amerika di Teluk – termasuk Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar, di mana negara-negara tersebut menampung pasukan AS.
Hingga saat ini dilaporkan, serangan Iran telah menewaskan tujuh anggota militer AS dan melukai sekitar 140 orang.
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, bersumpah dalam pernyataan publik pertamanya pada hari Kamis bahwa Teheran tidak akan goyah dalam membalas darah para martirnya.
Mojtaba adalah putra Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara pertama pasukan AS dan Israel terhadap Teheran. (RNS)
