Gagal memperoleh Tomahawk dari AS, Jerman tertarik memproduksi rudal jelajah Flamingo Ukraina yang teruji dalam perang
The Kyiv Independent AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Jerman, Diehl Defence, sedang mempertimbangkan untuk memproduksi rudal jelajah FP-5 Flamingo yang dikembangkan Ukraina dan telah teruji dalam perang.
Helmut Rauch, CEO Diehl Defence, mengatakan hal itu dalam konferensi pers di pameran kedirgantaraan ILA 2026 yang berlangsung di Berlin.
Rauch mengatakan perusahaannya berencana mengadakan serangkaian pertemuan dalam beberapa minggu mendatang dengan perwakilan dari Fire Point, perusahaan Ukraina yang mengembangkan rudal Flamingo tersebut.
Ditambahkan, negara-negara Eropa NATO lainnya juga dapat mengadopsi dan memanfaatkan keahlian pertahanan Ukraina serta teknologi yang telah teruji dalam pertempuran.
Dibatalkan oleh Donald Trump
Inisiatif untuk memproduksi FP-5 ini muncul ketika Jerman tengah mencari pengganti rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS).
Seperti diketahui, rencana untuk mengerahkan rudal Tomahawk dan batalion militer AS di Jerman dilaporkan dibatalkan oleh Donald Trump menyusul perselisihan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengenai konflik di Iran.
Meskipun rudal tersebut sejauh ini hanya digunakan secara terbatas oleh militer Ukraina, tercatat dua rudal FP-5 berhasil menghantam fasilitas yang memproduksi sistem navigasi Kometa di kota Cheboksary, Rusia, minggu ini, sekitar 900 km dari perbatasan Ukraina.
Kerja Sama dengan Fire Point
Diehl Defence sendiri sebelumnya pada bulan April 2026 telah menandatangani perjanjian kerja sama teknologi dengan Fire Point.
Fire Point tertarik untuk mengintegrasikan sistem pencari semi-aktif yang dikembangkan oleh Diehl Defence ke dalam rudal pencegat FP-7.X terbarunya.
Sementara itu, rudal pertahanan udara IRIS-T yang diproduksi oleh Diehl Defence, telah digunakan secara luas oleh militer Ukraina, dengan keberhasilan tinggi dalam mencegat rudal jelajah dan balistik Rusia.
FP-5 Flamingo adalah rudal jelajah jarak jauh yang dirancang untuk dapat menyerang ke wilayah dalam Rusia. Jangkauan maksimumnya 3.000 km dengan membawa muatan hulu ledak 1.000 kg.
Rudal ini memiliki lebar sayap tetap 6 m dan dapat mencapai kecepatan 900 km/jam.
Flamingo menggunakan sistem panduan terpadu, termasuk navigasi satelit yang tahan terhadap peperangan elektronik (EW) lawan. (RBS)
