Rusia mesti waspada, rudal balistik FP-9 baru Ukraina akan menargetkan infrastruktur energi Moskow pada musim panas 2026
Fire Point AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Ukraina, Fire Point, siap memulai uji tembak rudal balistik jarak pendek FP-9 barunya menuju Moskow pada musim panas atau awal musim gugur tahun 2026 ini.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh kepala perancang perusahaan, Denys Shtilerman, pada 3 Juni 2026 kepada media Ukraina.
Shtilerman juga menyebutkan, infrastruktur energi di Moskow sebagai kategori target yang mungkin disasar, jangkauan FP-9 akan membuat St. Petersburg, kota kelahiran Vladimir Putin, dapat dijangkau.
Namun demikian, jadwal pengerahan pertama ini bergantung pada keberhasilan uji validasi mesin yang dijadwalkan dilakukan pada Juni 2026 ini, sedangkan sistem panduan dan kendali rudal dinyatakan sudah siap.
Pada tahap awal Fire Point berencana memproduksi 10 hingga 20 rudal secara bersamaan dengan uji validasi mesin, untuk mempercepat kesiapan serangan jarak jauh.
Peningkatan dari FP-7, Jangkauan Lebih Jauh
FP-9 adalah varian rudal FP-7 yang lebih besar dan memiliki jangkauan lebih jauh. Berat hulu ledaknya meningkat dari 150 kg menjadi 800 kg, serta jangkauan operasi dari 300 km menjadi 855 km.
Dengan muatan hulu ledak yang besar, FP-9 dapat diandalkan untuk menyerang infrastruktur tetap seperti penyimpanan bahan bakar, fasilitas pembangkit listrik, depot amunisi, pabrik industri militer, pangkalan udara, dan fasilitas komando.
Rudal FP-9 ini memiliki panjang 9,5 m dan diameter 110 cm, sedikit lebih besar dibandingkan 9M723 Iskander-M Rusia, yang panjangnya sekitar 7,2 m dan berdiameter 95 cm.
Kehadiran FP-9 akan mengurangi ketergantungan Ukraina akan senjata serangan jarak jauh yang sebelumnya mengandalkan rudal taktis ATACMS, mempersenjatai M240 HIMARS yang dipasok Amerika Serikat. (RBS)
