Perakitan utama jet F-35 pesanan Swiss resmi dimulai, 8 unit pertama akan dikirim tahun 2027
Lockheed Martin AIRSPACE REVIEW – Proses produksi jet tempur F-35A Lightning II pertama untuk Angkatan Udara Swiss telah mencapai tonggak sejarah penting.
Perakitan utama pesawat tersebut resmi dimulai di fasilitas produksi Lockheed Martin di Marietta, Georgia, Amerika Serikat.
Pesawat pertama dengan kode identifikasi “MJ-1” ini menandai babak baru bagi Swiss dalam memodernisasi pertahanan udaranya guna menggantikan armada F/A-18 Hornet yang sudah menua.
Di fasilitas Marietta, struktur tengah badan pesawat (fuselage) —yang merupakan salah satu bagian paling kompleks dari F-35— mulai dirakit.
Langkah ini menjadi kemajuan signifikan dalam jadwal pengiriman, mengubah komponen-komponen terpisah menjadi satu pesawat tempur operasional.
Swiss Mengakuisisi 36 F-35A
Swiss telah memutuskan untuk membeli 36 unit jet tempur F-35A setelah melalui proses evaluasi yang ketat di Eropa.
Dalam kompetisi tersebut, F-35A berhasil mengungguli para pesaingnya, yaitu Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon, dan Boeing F/A-18E/F Super Hornet.
Pemerintah Swiss menyatakan bahwa F-35A memberikan hasil terbaik dalam hal efektivitas operasional, kemampuan bertahan di medan tempur (survivability), integrasi sensor, serta efisiensi biaya total selama masa pakai pesawat.
Program pengadaan ini menjadi pembaruan terbesar bagi penerbangan tempur Swiss sejak era pengenalan F/A-18 pada dekade 1990-an.
Swiss mengambil langkah strategis ini guna menjamin keamanan ruang udara nasionalnya hingga pertengahan abad ke-21 di tengah situasi geopolitik Eropa yang kian tidak menentu.
Berdasarkan rencana, delapan unit F-35A pertama milik Swiss akan dikirim mulai tahun 2027. Namun, pesawat-pesawat awal ini tidak langsung dibawa ke Swiss, melainkan akan ditempatkan terlebih dahulu di Pangkalan Udara Ebbing di Arkansas, AS, untuk pelatihan pilot dan tim teknisi.
Setelah fase pelatihan selesai, barulah jet tempur tersebut ditransfer ke Swiss. Unit-unit berikutnya akan dikirim secara bertahap hingga awal dekade berikutnya.
Sebagian dari proses produksi pesanan Swiss ini juga akan melibatkan fasilitas perakitan akhir (FACO) F-35 yang berlokasi di Cameri, Italia. Fasilitas di Italia telah menjadi salah satu pusat industri utama program F-35 di Eropa.
Keunggulan Teknologi dan Ekspansi Global
F-35A saat ini merupakan jet tempur generasi kelima andalan negara-negara Barat. Selain memiliki fitur siluman yang membuatnya sulit dideteksi radar musuh, pesawat ini dilengkapi dengan sensor canggih yang mampu mengumpulkan dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber secara waktu nyata.
Hal ini memberikan kesadaran situasional yang jauh lebih luas kepada pilot dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya.
F-35 juga berfungsi sebagai platform berbagi data yang mutakhir, bertindak sebagai pengali kekuatan (force multiplier) dalam jaringan militer.
Langkah Swiss mengadopsi F-35 bertepatan dengan momentum ekspansi global jet tempur ini.
Banyak negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Finlandia, Belgia, Polandia, Republik Ceko, dan Rumania, juga telah memesan atau mulai mengoperasikan F-35 untuk meningkatkan interoperabilitas dengan sekutu.
Meski produksinya terus berjalan, program pengadaan ini sempat menghadapi debat politik domestik di Swiss terkait kekhawatiran pembengkakan biaya akibat kenaikan harga bahan baku dan energi global.
Pemerintah Swiss menegaskan terus menjalin komunikasi dengan otoritas AS guna memastikan semua kesepakatan awal tetap terpenuhi.
Sambil menunggu kedatangan armada baru ini, Angkatan Udara Swiss tetap melanjutkan program modernisasi dan perpanjangan masa pakai jet tempur F/A-18 Hornet mereka saat ini guna mencegah adanya kekosongan dalam kemampuan pertahanan udara nasional selama masa transisi.
Setelah tahap perakitan utama selesai, F-35A Swiss ini akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk integrasi sistem elektronik, pengaplikasian lapisan antiradar, pengujian darat, hingga penerbangan perdana sebelum akhirnya disertifikasi dan dikirim ke pihak pemesan. (RNS)
