Tanpa pihak ketiga, Zelensky ajak Putin bertemu untuk akhiri perang, Putin: Saya tidak sedang terburu-buru…

Zelensky ajak Putin bertemu untuk akhiri perangPolitico, Reuters

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan telah mengirimkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam surat tersebut, Zelensky mengajukan proposal untuk mengadakan pertemuan tatap muka secara langsung guna membahas langkah-langkah konkret dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Diberitakan CNN (5/6), berdasarkan laporan dari dokumen terbuka tersebut, Zelensky secara terbuka mengajak Putin untuk mengesampingkan ketergantungan pada pihak ketiga atau negara perantara —termasuk Amerika Serikat yang sebelumnya sempat berupaya memfasilitasi jadwal perdamaian.

“Jangan takut untuk mengakhiri perang,” tegas Zelensky dalam pernyataannya, menyerukan keberanian diplomatik demi menghentikan pertumpahan darah secara langsung.

Poin-poin Krusial untuk Jalur Komunikasi

Selain ajakan pertemuan bilateral tersebut, Zelensky juga menawarkan poin-poin krusial dalam upayanya membangun jalur komunikasi baru.

Zelensky mengajukan pemberlakuan gencatan senjata (ceasefire) di sepanjang garis depan pertempuran guna mencegah bertambahnya korban jiwa.

Presiden Ukraina juga mengajukan pertukaran tahanan perang dari kedua belah pihak sebagai bentuk iktikad baik (goodwill).

    Kendati ajakan ini disampaikan secara terbuka dan penuh penekanan dari pihak Kyiv, respons dari Moskow cenderung dingin.

    Menanggapi undangan Zelensky untuk mengadakan pertemuan langsung tersebut, Putin memberikan jawaban singkat yang mengisyaratkan bahwa Kremlin tidak akan terburu-buru mengambil keputusan.

    “Saya tidak sedang terburu-buru,” ujar Putin menanggapi tawaran tersebut.

    Moskow Tuntut Penarikan Penuh Pasukan Ukraina dari Donbas

    Meskipun draf perdamaian ini mendapatkan dukungan dari Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pemimpin dan anggota parlemen di Eropa, Kremlin dengan cepat mementahkan gagasan penggunaan wilayah netral untuk negosiasi tersebut.

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan kembali posisi garis keras Rusia. Moskow tetap pada tuntutan maksimalnya, yaitu penarikan penuh pasukan Ukraina dari wilayah Donbas melampaui batas administratifnya —termasuk wilayah yang belum berhasil diduduki Rusia secara militer— sebagai syarat mutlak sebelum pembicaraan gencatan senjata dapat dimulai.

    Di sisi lain, Zelensky secara konsisten menolak setiap penyelesaian damai yang dipaksakan melalui tekanan militer.

    Kyiv menegaskan bahwa keputusan terkait wilayah kedaulatan harus menghormati hukum internasional dan kedaulatan penuh Ukraina.

    Hingga saat ini, stabilitas di garis depan masih fluktuatif di tengah upaya dorongan diplomatik baru ini.

    Publik internasional kini tengah menyoroti apakah langkah berani Zelensky melalui surat terbuka ini mampu mencairkan kebuntuan negosiasi teritorial dan keamanan yang selama ini membeku di antara kedua negara. (PN)

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *