Setelah tiga dekade menjalani perbaikan, kapal perang tekuat di dunia Admiral Nakhimov memasuki uji coba laut terakhir

Kapal perang Admiral Nakhimov milik RusiaRussian MoD

AIRSPACE REVIEW – Setelah hampir tiga dekade menjalani perbaikan, kapal perang bertenaga nuklir Rusia, Admiral Nakhimov, telah memasuki uji coba laut terakhir setelah meninggalkan galangan Sevmash pada 31 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menandai kembalinya salah satu kapal perang permukaan bersenjata paling lengkap di dunia tersebut.

Pengaktifannya kembali memperkuat kemampuan Angkatan Laut Rusia untuk mempertahankan perairan Arktik yang strategis dan melindungi benteng kapal selam rudal balistik Armada Utara-nya.

Kapal penjelajah yang dibangun kembali ini menggantikan persenjataan era Perang Dinginnya dengan 80 VLS (sel peluncuran vertikal) universal yang mampu menembakkan rudal Kalibr, Oniks, dan Zircon, serta didukung oleh jaringan pertahanan udara yang ditingkatkan.

Meskipun kapal ini memberikan kapasitas rudal dan daya tahan yang luar biasa untuk operasi Arktik, nilai militernya bergantung pada jaringan penargetan yang efektif dan memusatkan sebagian besar kekuatan angkatan laut Rusia pada satu platform bernilai tinggi.

Dioperasikan Pertama Kali oleh Angkatan Laut Uni Soviet

Berdasarkan riwayatnya, kapal kelas Kirov ini mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Uni Soviet sebagai “Kalinin” pada 30 Desember 1988.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991, secara efektif kapal mulai menghilang dari layanan operasional.

Belakangan diketahui kapal ini memasuki persiapan perbaikan pada tahun 1997 dan tiba di Sevmash pada tahun 1999.

Kembalinya Admiral Nakhimov juga menyoroti sejauh mana kekuatan kapal perang permukaan Rusia telah menyusut sejak periode Uni Soviet.

Dari semula empat kapal penjelajah nuklir kelas Orlan (Proyek 1144) yang dibangun, diketahui dua telah dibongkar, satu mungkin akan dipensiunkan tanpa modernisasi, dan hanya Admiral Nakhimov yang dihidupkan kembali.

Hasilnya adalah bahwa salah satu program modernisasi angkatan laut terbesar yang dilakukan oleh Rusia pasca Uni Soviet runtuh, hanya menghasilkan satu kapal penjelajah operasional saja, karena sangat besarnya biaya pembangunannya.

80 Sel Rudal Serang dan 96 Sel Pertahanan Udara Jarak Jauh

Selain sistem persenjataan canggih, Admiral Nakhimov juga menerima infrastruktur komunikasi baru, arsitektur manajemen pertempuran digital, jaringan distribusi daya, peralatan peperangan elektronik, dan sistem kontrol internal.

Begitu pula dengan sistem propulsinya, mengalami rekonstruksi ekstensif serupa, dengan satu reaktor nuklir KN-3 dihidupkan kembali pada Desember 2024 dan yang kedua pada Februari 2025, memulihkan propulsi nuklir kapal untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Nilai strategis Admiral Nakhimov sebagian besar terkonsentrasi pada kapasitas rudalnya. Perkiraan saat ini menunjukkan total 176 sel peluncuran utama, termasuk 80 sel rudal serang dan 96 sel pertahanan udara jarak jauh.

Hanya sedikit kapal perang permukaan yang saat ini beroperasi mendekati angka tersebut, karena Admiral Nakhimov memiliki 57% lebih banyak sel daripada Type 055 milik China, 83%.

Sel Admiral Nakhimov juga lebih banyak daripada Arleigh Burke Flight III dan 120% lebih banyak daripada kapal perusak kelas Zumwalt, keduanya milik Angkatan Laut AS.

Singkatnya, Admiral Nakhimov menggabungkan daya tembak setara dengan beberapa kapal perang yang lebih kecil dalam satu lambung kapal seberat 28.000 ton. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *